TIMES JATIM, BANYUWANGI – Sebuah rumah di Dusun Dadapan, Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Bayuwangi, Jawa Timur habis terbakar api pada, Rabu (14/1/2026) subuh. Harta benda kurang lebih senilai Rp100 juta berubah menjadi tumpukan abu dalam beberapa jam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan menjelaskan, peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah milik perempuan bernama Nur Jannah (48) itu, diketahui sekitar pukul 03.45 WIB. Tidak ada korban jikwa karena rumah dalam kondisi kosong tak ada orang.
"Kejadian itu pertama diketahui oleh seorang saksi mata bernama Sukron (31), ketika terbangun dari tidurnya setelah mendengar suara percikan api yang tidak wajar," jelasnya, Rabu (14/1/2025).
Warga sekitar kemudian melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya di rumah berukuran 14/7 meter persegi itu.
"Selanjutnya, salah satu warga atas nama Nasrullah (37) menghubungi Call Center Damkarmat, sekitar pukul 04.03 WIB," terangnya.
Merespons laporan tersebut, tim Damkarmat Banyuwangi langsung mengerahkan 8 personel dari Regu Brama 1 dan meluncur pukul 04.07 WIB. Sebanyak tiga unit armada, yakni Ayaxx 03, Fire Dome 04, dan Fire Dome 05, diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.
Tiba dilkasi pukul 04.19 WIB, petugas lamgsung menggunakan dua Nozzle. Satu Nozzle di fokuskan ke titik api, sementara satu Nozzle lain untuk memutus rantai api agar tidak merambat ke samping.
"Setelah api utama padam sekitar pukul 04.55 WIB, petugas melakukan pendinginan memastikan tidak ada bara api tersembunyi dan membongkar struktur puing-puing material yang terbakar untuk mencegah penyalaan ulang (re-ignition)," papar Yoppy.
Berdasarkan hasil asesmen tim Damkarmat di lokasi, titik api diketahui pertama kali muncul dari ruang tengah. Kebakaran ini diduga karena adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik pada salah satu stop kontak, yang kemudian menimbulkan percikan api dan dengan cepat merambat hingga menghanguskan seluruh bagian rumah.
Meski tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini karena rumah dalam keadaan kosong. Kerugian materiil yang ditaksi cukupsangat besar. Selain bangunan rumah yang mengalami kerusakan berat sekitar Rp.70 juta.
"Total kerugian yang ditaksir mencapai Rp.100 juta," ungkap Yoppy. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |