TIMES JATIM, PROBOLINGGO – Rekomendasi dari KASN tentang seleksi terbuka atau selter Sekda Kabupaten Probolinggo, telah diberikan. Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko, telah menentukan satu nama calon sekda dan membawanya ke Kemendagri. Penentuan itu berdasarkan rekomendasi tersebut.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin menyampaikan, surat rekomendasi dari KASN telah disampaikan pada Wabup Probolinggo, pada 27 Desember 2022 lalu. Berdasarkan rekomendasi itu, Wabup menentukan seorang nama dari tiga calon sekda.
Satu nama yang dipilih Wabup itu, sesuai dalam Peraturan Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor 2 Tahun 2017. Dijelaskan bahwa, pejabat pembina kepegawaian (Wabup Probolinggo) memilih satu dari tiga nama calon yang diusulkan dengan memperhatikan pertimbangan pejabat yang berwenang, untuk ditetapkan sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama.
Berdasarkan aturan itu, kata Hudan, Wabup Probolinggo telah memilih dan menentukan satu dari tiga calon sekda hasil selter. Satu nama yang dipilih itu pun dibawa ke Kemendari melalui Gubernur Jawa Timur.
"Sekarang sudah dalam proses. Berkas itu telah dikirimkan ke Kemendagri melalui Gubernur," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (4/1/2023).
Hanya saja, pihaknya masih belum bisa menentukan kapan jawaban dari Kemendagri itu bisa diterimanya. Sembari menunggu jawaban itu, pihaknya mengangkat Hasyim Asy'ari yang menjabat di Asisten Perekonomian Kabupaten Probolinggo sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah setempat.
Tiga pejabat yang lolos dalam selter Sekda Kabupaten Probolinggo. Salah satu dari mereka telah dipilih oleh Wabup Probolinggo. (Foto: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
Plh Sekda Kabupaten Probolinggo itu lanjut Hudan, menjabat dan mengisi kekosongan jabatan itu selama 14 hari kerja. Jika jawaban Kemendagri tak kunjung ada hingga batas waktu Plh tersebut, maka jabatan itu otomatis akan diperpanjang.
Atau mungkin, pihaknya akan melakukan pengangkatan Penanggung Jawab (PJ) sekda. Jika disinyalir keputusan dari Kemendagri itu memakan waktu hingga berbulan-bulan. Sebab durasi menjabatan posisi PJ itu hingga batas waktu 3 bulan ke depan.
"Kami belum tau kapan hasilnya itu turun. Jika melebihi batas waktu, maka otomatis Plh akan diperpanjang. Atau mungkin akan digantikan oleh PJ Sekda," papar Hudan.
Jika hasil dari Kemendagri telah dikirimkan, Hudan menyebut, akan segera dilakukan pelantikan dan pengangkatan pejabat Sekda Kabupaten Probolinggo yang baru. Dengan dilantiknya jabatan itu, maka secara otomatis pejabat yang menjadi PJ atau Plh akan gugur.
"Intinya kami tidak ingin roda kepemerintahan ini tersendat hanya karena proses seleksi sekda. Karena ini menyangkut pembangunan daerah dan sebagainya," tegas Hudan.
Diberitakan sebelumnya, Selter Sekda Kabupaten Probolinggo menghasilkan tiga nama. Yaitu Edy Suryanto yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Probolinggo; Heri Sulistyanto yang kini menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo; dan Ugas Irwanto, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Probolinggo.
Salah satu dari mereka dipilih oleh Wabup Probolinggo sebagai pejabat definitif yang dibawa ke Kemendagri.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono, telah mengakhiri masa pengabdiannya pada akhir bulan Desember 2022 lalu. Untuk itu, pemkab setempat melakukan seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama tersebut, sejak Senin (7/11/2022). Hanya saja, hasil seleksi itu sempat tersendat di KASN. Sehingga tahapan tak sesuai rencana dan harus dilakukan pengangkatan Plh sekda. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Rekomendasi KASN Turun, Wabup Probolinggo Bawa Satu Nama Calon Sekda ke Kemendagri
Pewarta | : Abdul Jalil |
Editor | : Muhammad Iqbal |