Kuliner Gresik: Menikmati Olahan Kepala Kambing Tanpa Bau Prengus di Fai Food
Mencari kuliner ekstrem di Gresik? Fai Food di Cerme menyajikan olahan kepala kambing tanpa bau prengus yang jadi favorit menu buka puasa.
Gresik – Kabupaten Gresik, Jawa Timur, kini memiliki destinasi baru bagi pecinta kuliner ekstrem, khususnya olahan daging kambing. Menu yang menjadi andalan dan paling diburu pelanggan (best seller) di wilayah ini adalah olahan kepala kambing.
Kuliner unik ini dapat dijumpai di Rumah Makan Fai Food yang berlokasi di Ruko Cerme Square, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik. Disajikan tanpa bau prengus dan diolah dengan bumbu khas, hidangan ini menjadi alternatif favorit untuk menu berbuka puasa pada bulan Ramadan.
Pemilik (Owner) Fai Food, Fairuz Fatin, mengungkapkan bahwa usahanya berawal dari hobi mengeksplorasi kuliner sekaligus melihat peluang pasar di Gresik. Menurutnya, belum banyak rumah makan di Gresik yang menyajikan olahan kambing secara menyeluruh, mulai dari bagian kaki hingga kepala.

"Saya tertarik membuka usaha ini karena di Gresik belum ada yang menjual olahan kambing secara lengkap, dari kaki sampai kepala. Ternyata yang paling banyak diminati adalah olahan kepala kambing," ungkap Fatin pada Rabu (18/2/2026).
Pilihan Menu Beragam
Fatin menjelaskan, di kedainya pengunjung dapat menikmati berbagai variasi menu seperti sate kambing, tongseng, tengkleng, rica-rica, hingga kaki kambing. Namun, kepala kambing tetap menjadi primadona, terutama saat momen Ramadan.
"Kepala kambing ini menjadi menu best seller. Selama Ramadan, pesanan bisa mencapai 15 hingga 20 porsi olahan kepala kambing dalam sehari," ujarnya.
Untuk satu paket kepala kambing lengkap dengan pilihan sate, gulai, atau tongseng, pengunjung dapat menikmatinya dengan harga mulai Rp300 ribu. Sementara untuk menu reguler lainnya dibanderol mulai harga Rp30 ribuan per porsi.
Rahasia Olahan Tanpa Bau Prengus
Manajemen Fai Food memastikan seluruh olahan kepala kambing tidak memiliki aroma prengus agar pelanggan merasa nyaman saat menyantapnya.
"Kami memiliki rahasia dapur sendiri agar daging kambing tidak berbau dan tetap empuk saat disajikan," terang Fatin.
Dalam sehari, kedai ini mampu mengolah rata-rata 15 hingga 20 kepala kambing. Proses penyajiannya pun relatif cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 15–20 menit untuk setiap porsinya. Selama bulan Ramadan, Fai Food melayani pelanggan mulai pukul 14.00 hingga 24.00 WIB.
Salah satu pelanggan, Gilang Budi Raharja, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan menu kepala kambing yang tergolong jarang ditemui.
“Rasanya enak, teksturnya empuk, dan tidak berbau. Sangat cocok untuk agenda buka puasa bersama teman-teman,” kata Gilang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




