Dari Dapur Warga Jadi Destinasi Favorit, Omah Tempe Beji Dongkrak Ekonomi Kota Batu
TIMES Jatim/Pengrajin tempe dari Omah Tempe, Dusun Karangjambe, Desa Beji. (Foto : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

Dari Dapur Warga Jadi Destinasi Favorit, Omah Tempe Beji Dongkrak Ekonomi Kota Batu

Sentra tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tak lagi sekadar menjadi dapur produksi pangan rumahan. Namun sukses menjelma menjad destinasi wisata sekaligus penggerak ekonomi warga.

TIMES Jatim,Rabu 4 Maret 2026, 13:14 WIB
287
G
Galih Rakasiwi

BATUSentra tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tak lagi sekadar menjadi dapur produksi pangan rumahan. Melalui Omah Tempe di Dusun Karangjambe, produk olahan kedelai itu kini menjelma menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi warga.

Kepala Desa Beji, Denny Cahyono, menjelaskan bahwa Omah Tempe diresmikan pada 2019 di Dusun Karangjambe karena wilayah tersebut merupakan pusat produksi tempe. Lebih dari 80 persen warganya menggantungkan hidup sebagai perajin tempe secara turun-temurun.

"Desa Beji memiliki 263 home industri tempe. Ini sudah menjadi penopang ekonomi masyarakat sejak lama,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Ia menyebut, pada tahun 2019 Desa Beji meraih penghargaan Waranugraha Among Desa sebagai 'Empowered Village in Micro, Small and Medium Business' dari Among Tani Foundation, Pemerintah Kota Batu, dan PusKa-PB Universitas Muhammadiyah Malang.

Di sana Omah Tempe dikembangkan sebagai pusat eduwisata. Pengunjung dapat melihat langsung proses fermentasi hingga pengolahan tempe menjadi berbagai varian makanan.

"Jadi, Omah Tempe mampu menjadi pusat edukasi pembuatan tempe dan olahannya. Prosesnya menarik minat wisatawan, terutama pelajar dan komunitas," ujarnya.

Tak hanya itu, inovasi terus dilakukan. Desa Beji bahkan memiliki batik motif tempe yang pertama kali diperkenalkan dalam Festival Beji Kampung Tempe 2021. Produk turunan tempe pun berkembang, mulai dari pia tempe, brownies tempe, steak tempe, keripik, hingga mie berbahan kulit ari kedelai.

"Belasan jenis olahan sudah diproduksi, terbaru ada sosis berbahan tempe. Bahkan limbah tempe seperti kulit kedelai bisa diolah jadi bahan pangan, sementara limbah cair dimanfaatkan menjadi pupuk," urainya.

Setiap hari, kebutuhan kedelai di Desa Beji mencapai 6-7 ton dengan perputaran ekonomi rata-rata Rp70 juta per hari. 

"Distribusi produk masih didominasi pasar lokal seperti wilayah Kota Malang antara lain Blimbing, Dinoyo, dan Kebalen. Kemudian wilayah Kabupaten yaitu Karang Ploso, Pujon, Ngantang, Kasembon hingga Kandangan, Kabupaten Kediri," urainya.

Salah satu perajin tempe, Candra Santoso, menyebut usaha tempe dan tahu menjadi tumpuan hidup warga setempat.

"Produk tempe dan turunannya bukan hanya menopang ekonomi warga, tapi juga jadi magnet wisata," ujarnya.

Saat musim liburan, Omah Tempe kerap dikunjungi rombongan pelajar SD hingga SMA, serta kelompok PKK dari berbagai daerah seperti Bojonegoro, Gresik, Tuban, dan Lamongan. 

"Mereka datang untuk belajar sekaligus melihat langsung proses produksi tempe khas Beji. Tempe adalah harapan dan denyut nadi warga Desa Beji, terutama Dusun Karangjambe," ujarnya. 

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menegaskan keberadaan Omah Tempe bukan hanya berdampak pada sektor UMKM, tetapi juga memperkaya destinasi wisata edukasi di Kota Batu.

"Selain mendongkrak perekonomian masyarakat, Omah Tempe juga menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Kota Batu. Ini potensi lokal yang terus kami dorong promosinya," ujar dia.

Menurutnya, promosi dilakukan secara masif melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta kolaborasi dengan influencer lokal. Pemerintah juga mendorong penyelenggaraan event dan festival untuk memperluas jangkauan pasar produk tempe khas Beji.

"Kami berharap dengan penguatan promosi dan inovasi berkelanjutan, Omah Tempe Desa Beji kian menegaskan diri sebagai ikon eduwisata kuliner yang mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Kota Batu," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.