Cegah DBD di Kota Wisata Batu, Cak Nur Ajak Warga Perkuat PSN
TIMES Jatim/Wali Kota Batu, Nurochman bersama jajaran turun langsung ke titik secara langsung (Foto : Prokopim Kota Batu to TIMES Malang)

Cegah DBD di Kota Wisata Batu, Cak Nur Ajak Warga Perkuat PSN

Wali Kota Batu Nurochman mengajak warga untuk memberantas sarang nyamuk untuk mencegah kasus demam berdarah dengue.

TIMES Jatim,Senin 16 Februari 2026, 13:49 WIB
1.5K
G
Galih Rakasiwi

BATUUpaya menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) terus digencarkan Pemerintah Kota Batu. Wali Kota Batu, Nurochman, turun langsung memimpin kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sejumlah titik seperti saat turun ke daerah Kelurahan Sisir.

Dalam kegiatan tersebut, ia mengimbau masyarakat menjadikan gerakan 3M Plus sebagai kebiasaan rutin demi memutus rantai penularan. Didampingi Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman, jajaran perangkat daerah, serta Dinas Kesehatan, wali kota menyisir kawasan permukiman warga untuk memantau tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. 

Pemeriksaan dilakukan pada bak mandi, tempat penampungan air, talang rumah, hingga barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Nurochman menegaskan, pengendalian DBD tidak cukup dilakukan melalui fogging semata. Menurutnya, langkah paling efektif adalah mencegah perkembangbiakan nyamuk melalui gerakan 3M Plus.

"3M plus yaitu menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas, serta menambahkan upaya pencegahan lain seperti penggunaan larvasida dan menjaga kebersihan lingkungan," katanya Senin, (16/2/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batu, kasus DBD pada 2025 tercatat sebanyak 169 kasus, menurun dibanding tahun sebelumnya. Adanya penurunan kasus harus disyukuri, tetapi jangan sampai membuat kita lengah. 

"PSN harus menjadi budaya. Kunci keberhasilan ada pada partisipasi aktif warga di lingkungan masing-masing," urainya.

Meski demikian, pemerintah daerah mengingatkan bahwa pola infeksi dengue cenderung terjadi dalam siklus tiga tahunan sehingga kewaspadaan tetap diperlukan, terutama saat musim penghujan.

"Harapan kami gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus berlanjut secara mandiri dan berkelanjutan di setiap rumah tangga," paparnya.

Cak Nur, sapaanya, optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, tren penurunan kasus DBD diharapkan dapat dipertahankan, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman demam berdarah.

"Pesan yang saya tekankan yaitu mengenai pentingnya deteksi dini gejala DBD," tuturnya.

Pada kesempatan itu, pemerintah juga menyerahkan paket perlengkapan PSN kepada pengurus lingkungan sebagai bentuk dukungan pengendalian DBD di tingkat RW.

Selain memimpin PSN, Wali Kota Batu juga mengunjungi sejumlah warga rentan, seperti balita stunting, lansia, dan penderita penyakit kronis, guna memastikan mereka memperoleh pendampingan layanan kesehatan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.