Songgoriti Disiapkan Jadi Magnet Baru Wisata dan Sport Tourism Kota Batu
Kawasan wisata Songgoriti di Kota Batu tengah disiapkan menjadi magnet baru wisata dan sport tourism.
BATU – Harapan untuk menghidupkan kembali Kawasan Wisata Songgoriti di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu mulai menemukan arah.
Destinasi yang berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Malang itu diproyeksikan menjalani penataan ulang agar kembali berdaya saing dan berdampak langsung pada ekonomi warga.
Langkah revitalisasi mengemuka dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dengan Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang selaku pengelola aset.
Pertemuan berlangsung di Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu dan turut melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk membahas skema penataan serta arah pengembangan kawasan.
Mas Heli, sapaanya, menilai, sejumlah titik di Songgoriti membutuhkan pembenahan serius agar kembali menarik minat wisatawan. Revitalisasi, kata dia, tidak harus dilakukan serentak, namun bisa bertahap dengan perencanaan yang terukur.
“Revitalisasi harus segera direalisasikan, terutama pada area yang belum tergarap optimal. Pelaksanaannya bisa bertahap, tetapi tetap mengacu pada rencana pengembangan yang jelas,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, pembenahan fisik saja tidak cukup. Songgoriti perlu transformasi konsep agar relevan dengan tren pariwisata saat ini. Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan sport tourism dengan menghadirkan fasilitas olahraga representatif.
“Kita perlu mengubah cara pandang. Pengembangan tidak lagi sebatas wisata konvensional, tetapi mengarah pada sport tourism,” tegas politisi Gerindra itu.
Konsep tersebut dinilai mampu memperluas segmentasi pasar, tidak hanya wisatawan keluarga, tetapi juga komunitas olahraga hingga event berskala regional dan nasional. Integrasi wisata alam, rekreasi, dan aktivitas olahraga diharapkan menjadikan Songgoriti kembali sebagai ikon baru pariwisata Kota Batu.
"Jika terealisasi, penataan ulang ini tak hanya membangkitkan kawasan yang sempat meredup, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




