Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat ditemui awak media. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak evaluasi terhadap program MBG setelah menemukan adanya penerima manfaat yang mengaku takut menyampaikan keluhan.

TIMES Jatim,Rabu 10 Juni 2026, 14:51 WIB
459
R
Rizky Kurniawan Pratama

MalangTIMES INDONESIA, MALANG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang kembali menjadi sorotan. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh setelah menemukan adanya penerima manfaat yang mengaku takut menyampaikan keluhan terkait program tersebut.

Temuan itu mencuat saat kegiatan reses DPRD Kota Malang. Menurut Amithya, kondisi tersebut menjadi alarm serius karena program yang ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat justru menyisakan rasa takut di kalangan penerimanya.

“Yang jelas jangan sampai ada tekanan-tekanan kepada para penerima sasaran. Karena memang di beberapa titik itu ada yang takut untuk menyampaikan keluhan. Jangan begitu mestinya,” ujar Amithya, Rabu (10/6/2026).

Politisi yang akrab disapa Mia itu mengungkapkan, salah satu keluhan yang diterima masyarakat berkaitan dengan kualitas makanan yang diterima. Bahkan, terdapat laporan makanan yang sudah dalam kondisi basi saat sampai ke tangan penerima manfaat.

Yang lebih mengkhawatirkan, kata Mia, sebagian warga memilih diam dan enggan menyampaikan keberatan langsung kepada penyelenggara program.

“Saya tanyakan, kenapa tidak disampaikan langsung. Mereka menjawab takut. Nah ini yang harus dievaluasi. Kok bisa sampai takut, kenapa?” tegasnya.

Selain keluhan dari masyarakat, DPRD juga menerima masukan dari sejumlah sekolah yang memutuskan tidak bergabung dalam program MBG. Sekolah-sekolah tersebut menilai sistem penyediaan makanan yang selama ini mereka jalankan secara mandiri melalui katering internal sudah berjalan efektif.

“Ada beberapa sekolah yang menyampaikan alasan mereka menolak MBG. Karena sebelum ada MBG, dengan nominal yang sama mereka sudah menjalankan program serupa dan memiliki katering sendiri di sekolah,” jelasnya.

Mia menilai pelaksanaan MBG seharusnya lebih fleksibel dan mampu mengakomodasi sistem yang telah terbukti berjalan baik di lapangan. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan pemberdayaan fasilitas dan mekanisme yang sudah tersedia di sekolah.

“Kalau memang konsep MBG ingin lebih baik ke depan, berdayakan saja yang sudah ada,” katanya.

Ia menegaskan, tujuan MBG untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat tidak boleh tercoreng akibat lemahnya pengawasan maupun pelaksanaan teknis di lapangan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat harus menjalankan tugas secara profesional dan mematuhi seluruh standar yang telah ditetapkan.

“Saya berharap seluruh komponen yang ada di dalam program ini melaksanakan tugas dengan baik. Mulai dari administrasi sampai pelaksanaan teknis sehari-hari harus dipenuhi,” ungkapnya.

Mia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional agar program tidak melenceng dari tujuan utamanya.

Sementara itu, terkait tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang yang saat ini disuspend, ia mendukung langkah tegas yang diambil Satgas MBG terhadap penyelenggara yang tidak memenuhi persyaratan.

“Harus tegas satgasnya MBG ini. Kalau memang tidak memenuhi kriteria dan detail yang ditentukan, jangan boleh beroperasi,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.