Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita saat ditemui awak media. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

PDIP Kota Malang Tunggu Arahan DPP soal Penelusuran Kader Terkait SPPG

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang menyatakan siap menjalankan seluruh instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait larangan keterlibatan kader dalam bisnis program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

TIMES Jatim,Rabu 8 Juli 2026, 14:41 WIB
306
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGDewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang menyatakan siap menjalankan seluruh instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait larangan keterlibatan kader dalam bisnis program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa komunikasi dan pendataan dugaan keterlibatan kader dilakukan langsung oleh DPP kepada Badan Gizi Nasional (BGN). 

“DPC sampai saat ini masih menunggu arahan lanjutan dari pusat,” ujar Amithya, Rabu (8/7/2026).

Amithya mengatakan, pihaknya siap menerima instruksi maupun konsekuensi yang nantinya diputuskan DPP. Menurutnya, seluruh kader telah lebih dulu menerima surat instruksi yang melarang keterlibatan dalam pengelolaan maupun bisnis SPPG.

“Kita prinsip siap menerima instruksi apa pun itu, konsekuensinya juga kita siap,” ungkapnya.

Ia memaknai langkah tegas partai tersebut sebagai bentuk konsistensi sikap PDIP dalam menjaga program pemerintah agar tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan tidak menjadi ajang mencari keuntungan pribadi.

“Saya memaknai instruksi ini adalah kaitannya dengan konsistensi, ya. Menurut saya konsistensi dari partai. Bagaimana sikap partai, kemudian sebagai partai penyeimbang, mempunyai arah kebijakan yang jelas dan konsisten, saya kira ini adalah salah satu bagian dari itu,” jelasnya.

Terkait kabar adanya kader di Kota Malang yang memiliki SPPG, Amithya menolak berspekulasi. Ia menegaskan bahwa partai hanya akan bertindak berdasarkan data resmi yang diperoleh dari DPP dan BGN.

“Tidak bisa berasumsi. Kita menunggu data resmi dari DPP,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kader untuk tidak memanfaatkan program MBG sebagai lahan bisnis. DPP juga telah meminta data kepada BGN terkait dugaan keterlibatan kader, dengan ancaman sanksi organisasi hingga pemecatan bagi mereka yang terbukti melanggar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.