Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak di Dunia Maya, DPPKB PPPA Madiun Gelar Parenting Digital
Materi parenting digital sebagai upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak disampaikan Yupi Apridayani narasumber dari TIMES Indonesia.
MADIUN – Penguatan literasi digital menjadi salah satu upaya pencegahan serta melindungi perempuan dan anak dari kekerasan di dunia maya.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan parenting dalam upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak di ranah daring digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) Kabupaten Madiun.
"Penggunaan gadget sangat berdampak dan berpengaruh terhadap anak. Potensi kekerasan juga banyak muncul di dunia maya. Sehingga perlu disikapi dan diantisipasi bersama," ujar Yeni Mayawati Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di DPPKB PPA saat membuka kegiatan parenting, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan parenting yang dilaksanakan di ruang pertemuan kantor Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri merupakan bagian dari sosialiasi dan edukasi pencegahan kekerasan perempuan dan anak serta perkawinan anak.
"Kebetulan juga ada permintaan sosialisasi dari pemerintah desa saat musrenbang. Jadi untuk kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Desa Buduran," ujar Yeni.
Peserta kegiatan parenting adalah remaja setempat usia 15-18 tahun warga desa yang memiliki anak usia 15-18 tahun, petugas PLKB, anggota dan pengurus TP PKK serta aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Buduran.
"Kegiatan ini sekaligus untuk monitoring dan evaluasi PATBM yang merupakan ujung tombak perlindungan anak di tingkat desa," kata Yeni.
Materi parenting digital sebagai upaya pencegahan kekerasan perempuan dan anak disampaikan Yupi Apridayani narasumber dari TIMES Indonesia. Dalam materi disampaikan pentingnya penguatan literasi digital bagi anak sekaligua orang tua.
"Orang tua tidak lagi hanya bertugas melindungi anak di dunia nyata melainkan juga harus menjadi perisai dan navigasi bagi anak di dunia maya," ujar Yupi.
Juga disampaikan panduan tentang cara mencegah kekerasan, membentengi anak dari pergaulan bebas, dan menghentikan mata rantai perkawinan anak akibat dampak negatif dunia digital.
"Perlindungan terbaik bukan dengan memutus total akses anak terhadap gadget. Tetapi membekali mereka dengan literasi digital, pemahaman moral yang kuat serta komunikasi terbuka dan hangat dengan keluarga," jelasnya.
Kegiatan parenting pencegahan kekerasan perempuan dan anak direspons positif Pemerintah Desa Buduran dan Kecamatan Wonoasri.
Mengingat wilayah tersebut berdekatan dengan Kota Caruban yang perkembangannya cukup pesat. Sehingga berpengaruh pada gaya hidup dan pola interaksi warga. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

