Bupati Mojokerto Pastikan Lansia Lumpuh di Tanjungkenongo Terima Bansos Prioritas
Bupati Mojokerto Gus Barra menjenguk Misnah, lansia penderita kelumpuhan di Pacet setelah menerima laporan warga via medsos. Pastikan bantuan PKH dan KIS tersalurkan.
Mojokerto – Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra (Gus Barra), memberikan respons cepat terhadap laporan warga di media sosial mengenai kondisi seorang lansia yang menderita kelumpuhan (paralisis). Gus Barra langsung turun lapangan menjenguk lansia tersebut di kediamannya, Desa Tanjungkenongo, Kecamatan Pacet, Rabu (25/2/2026).
Lansia bernama Misnah tersebut diketahui hidup sebatang kara karena sudah tidak memiliki keluarga. Selama menderita sakit, kebutuhan harian dan perawatan Misnah bergantung sepenuhnya pada uluran tangan tetangga serta kepedulian Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungkenongo.
"Beliau ini dirawat oleh tetangga-tetangganya, oleh masyarakat dan pemerintah desa. Pengecekan kesehatan dari tenaga medis juga dilakukan secara aktif," ujar Gus Barra di sela kunjungannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra sempat menawarkan agar Misnah dirujuk ke fasilitas kesehatan (faskes) milik Pemkab Mojokerto guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Namun, tawaran tersebut ditolak secara halus oleh warga dan tetangga sekitar.
Warga setempat berkeinginan agar Misnah tetap dirawat di rumahnya yang sederhana agar mereka bisa terus memantau kondisinya secara langsung. Rasa ikatan emosional dan rasa tidak tega melihat kondisi fisik Misnah menjadi alasan warga memilih merawatnya secara mandiri dengan dukungan Pemdes.
"Masyarakat menginginkan beliau tetap berada di sini dan dirawat oleh warga sekitar serta pemerintah desa. Kami menghargai kearifan lokal dan kepedulian warga tersebut," tambah Gus Barra.
Masuk Kategori Penerima Bansos Prioritas
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo, memastikan bahwa Misnah telah tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, baik melalui program daerah maupun kementerian.
Tri menjelaskan, Misnah masuk dalam kategori data desil 1, yang menjadikannya sebagai prioritas utama penerima bantuan sosial. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab Mojokerto untuk melindungi kelompok rentan.
"Beliau masuk dalam desil 1, sehingga secara otomatis mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), program sembako, serta kepesertaan Kartu Indonesia Sehat (KIS)," jelas Tri Raharjo.
Ke depan, Pemkab Mojokerto akan terus memantau perkembangan kesehatan Misnah melalui puskesmas setempat serta memastikan penyaluran bantuan sosial berjalan tepat waktu untuk meringankan beban kesehariannya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




