Makroeb foto bersama karyanya 'Tak Ada Judul' yang tampil dalam pameran Art Sob Exhibition 3 di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya, Kamis (23/7/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Art Sob Exhibition 3: Lukisan Tan Malaka Karya Makroeb Soroti Isu Ekonomi Nasional

Seniman Makroeb memamerkan lukisan "Tak Ada Judul" berobjek Tan Malaka di Art Sob Exhibition 3 Balai Pemuda Surabaya sebagai bentuk kritik sosial dan ekonomi.

TIMES Jatim,Kamis 23 Juli 2026, 17:08 WIB
259
L
Lely Yuana

SURABAYAKarya seni rupa kerap menjadi media efektif untuk mengungkapkan fenomena sosial dan kegelisahan. Hal itu tecermin dalam lukisan berjudul "Tak Ada Judul" karya seniman Makroeb, yang dipamerkan dalam ajang Art Sob Exhibition 3 di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya.

Lukisan beraliran realis tersebut merupakan representasi kegelisahan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS. Makroeb menempatkan sosok tokoh revolusioner Tan Malaka sebagai objek utama dalam karyanya.

Meski demikian, Makroeb sengaja membuat visualisasi wajah Tan Malaka tidak terlalu identik. Langkah ini diambil untuk mengusik rasa penasaran serta mengajak penikmat seni berefleksi mengenai sosok berpengaruh tersebut. Pemilihan Tan Malaka sekaligus menjadi simbol kritik tajam bahwa situasi ekonomi saat ini memerlukan langkah perbaikan fundamental.

Gagasan karya ini berangkat dari keprihatinan Makroeb terhadap kondisi masyarakat yang dinilainya terhimpit persoalan ekonomi di tengah dominasi kebijakan penguasa.

"Tan Malaka memegang koin seratus rupiah yang kini bahkan tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan mata uang dolar. Sekarang sudah tidak laku, mau beli apa dengan uang segitu," ujar Makroeb, Kamis (23/7/2026).

Ia menyoroti nilai tukar dolar AS yang kini menembus kisaran Rp17.000 per dolar AS. Menurutnya, wajar jika masyarakat merasa terbebankan dengan kondisi perekonomian saat ini.

"Namun, untungnya kita memiliki kekayaan alam sehingga masih bisa bertahan hidup dari hasil alam. Seandainya kita berada di negara tanpa sumber daya alam yang melimpah, situasinya tentu akan jauh lebih sulit," kata mantan guru dan asisten dosen seni rupa tersebut.

Bagi Makroeb, menyampaikan protes melalui karya seni merupakan jalan bagi seniman untuk menumpahkan sikap kritis secara leluasa tanpa harus turun ke jalan.

Mantan aktivis yang kini memilih jalur eksperimental dalam berkarya ini mengaku menyelesaikan lukisan tersebut dalam waktu singkat.

"Orientasi karya saya lebih pada menyuarakan isi hati. Saya suka mengkritik dan menuangkan gagasan melalui karya seni," tegasnya.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan karya-karya dalam pameran Art Sob Exhibition 3, pameran di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya ini berlangsung mulai 18 Juli hingga 3 Agustus 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.