Viral Aset Pemkot Surabaya Dijual ke Lapak Bekas, Wali Kota Eri: Pelaku Akan Dikenai Sanksi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak warga melapor jika menemukan pencurian atau perusakan fasilitas umum Pemkot Surabaya usai aksi pencurian tanaman dan kursi besi viral.
SURABAYA – Menyikapi aksi pencurian bunga di median jalan serta temuan dua kursi besi berlogo Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang diduga hendak dijual ke lapak barang bekas yang viral di media sosial, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan tindakan serupa.
Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran daerah merupakan milik bersama, sehingga harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kalau melihat bunga taman, kursi, atau fasilitas umum yang baik, mari kita jaga bersama karena itu milik seluruh warga Surabaya. Kalau ada yang mengambil atau merusaknya, silakan dilaporkan," tegas Eri Cahyadi, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mencegah pencurian maupun perusakan aset daerah. Sebab, fasilitas yang rusak atau hilang berdampak pada kenyamanan publik dan menambah beban anggaran pemerintah untuk pemeliharaan ulang.
Eri menyampaikan, kota yang bersih, indah, dan terawat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik Surabaya sebagai tujuan wisata dan investasi.
"Kota yang indah dan terawat akan membuat masyarakat nyaman sekaligus menarik lebih banyak pengunjung. Karena itu, menjaga aset kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Pelaku Perusakan Aset Terancam Sanksi
Eri mengungkapkan, Pemkot Surabaya telah berulang kali mengimbau pentingnya menjaga aset publik. Namun, apabila masih ditemukan pelanggaran seperti pencurian, perusakan, maupun penyalahgunaan fasilitas pemerintah, pelaku akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami sudah berulang kali mengingatkan soal pentingnya menjaga aset kota. Karena itu, jika ada pelanggaran yang terbukti, tentu akan ada sanksi agar tidak terulang kembali," tegasnya.
Ia kembali mengajak warga untuk tidak segan melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan aksi perusakan maupun pencurian fasilitas kota di lingkungan sekitar. Kolaborasi pemerintah dan warga dinilai menjadi kunci utama agar manfaat pembangunan publik dapat dirasakan secara berkelanjutan.
"Kalau ada yang mengambil atau merusak, laporkan. Aset-aset itu milik kita bersama, sehingga menjaganya juga menjadi tanggung jawab bersama," katanya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

