Enggan Berunding dengan AS, Iran Tolak Tawaran Mediasi Indonesia dan Rusia
TIMES Jatim/Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat menyampaikan pernyataan pers di kediamaannya di Jakarta, Kamis (5/4/2026). (Foto: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Enggan Berunding dengan AS, Iran Tolak Tawaran Mediasi Indonesia dan Rusia

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan Teheran menolak tawaran mediasi dari Indonesia maupun Rusia. Iran menyatakan tidak akan lagi berunding dengan Amerika Serikat karena rekam jejak pelanggaran perjanjian di masa lalu.

TIMES Jatim,Kamis 5 Maret 2026, 18:58 WIB
223
A
Antara

JakartaPemerintah Iran secara tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk tawaran mediasi untuk meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah. Penegasan ini disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyatakan bahwa Teheran tidak akan lagi membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut merespons kesediaan Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Luar Negeri RI untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif di kawasan tersebut.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” ujar Dubes Boroujerdi di kediamannya di Jakarta, Kamis (5/3/2025).

Rekam Jejak Kegagalan Diplomasi

Diplomat senior tersebut membeberkan alasan mendasar di balik sikap keras Teheran. Menurutnya, Iran telah melakukan upaya diplomasi dengan Washington sebanyak tiga kali, namun semuanya berakhir dengan pengkhianatan atau serangan dari pihak AS.

Kegagalan pertama terjadi pada kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) tahun 2015, di mana AS secara sepihak menarik diri. Kegagalan kedua terjadi saat proses negosiasi tengah berjalan lima putaran.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya, merujuk pada serangan yang terjadi pada Juni 2025 lalu.

Upaya ketiga melalui mediasi Oman di Jenewa, Swiss, juga berakhir sia-sia setelah operasi militer dilancarkan sebelum kesepakatan tercapai.

Fokus pada Kemenangan Militer

Melihat rentetan kegagalan tersebut, Boroujerdi menekankan bahwa Iran kini lebih memilih jalur perjuangan fisik dibandingkan meja perundingan yang dianggap tidak memiliki jaminan hasil.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” tegasnya.

Selain Indonesia, tawaran mediasi juga datang dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Berdasarkan pernyataan Kremlin, Putin sempat menawarkan diri menjadi perantara saat berkomunikasi dengan Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan, untuk menyampaikan keluhan terkait serangan yang terjadi. Namun, senada dengan respons terhadap Indonesia, Teheran tetap pada pendiriannya untuk menutup pintu dialog bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.