Apa Kata Ilmuwan tentang Skyquake? Simak Penjelasannya
Fenomena skyquake kerap kali muncul di berbagai belahan bumi. Hal ini membuat beberapa peneliti termasuk ilmuwan mancanegara berlomba-lomba memecahkan misteri asal suara dentuman tersebut.
JAKARTA – Fenomena skyquake kerap kali muncul di berbagai belahan bumi. Hal ini membuat beberapa peneliti termasuk ilmuwan mancanegara berlomba-lomba memecahkan misteri asal suara dentuman tersebut.
Namun tak banyak bahan rujukan yang bisa menjelaskan dengan gamblang sumber suara dari skyquake ini. "Saya rasa tak banyak penelitian mengenai ini (Skyquake)," ungkap Lisa Wald, Geofisikawan Amerika.
Lisa dan rekannya di U.S. Geological Survey (USGS) juga pernah melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Nyatanya mereka tak menemukan kegiatan seismik atau gempa, namun hanya menemukan suara ledakan.

Masih menurut Lisa, seperti dilansir dari Magic Valley, satu-satunya rujukan yang paling gamblang dalam menjelaskan fenomena ini adalah jurnal milik almarhum David Hill USGS yang berjudul Seismological Research Letters.
Dalam jurnalnya Hill mengungkap banyak sekali alasan potential untuk menjelaskan dentuman suara tersebut. Di antaranya gempa dangkal atau suara ombak besar dari laut yang menghantam karang.
Tak jauh beda dengan hasil penelitian yang diadakan oleh Hill, Universitas North Carolina (USC) di Amerika juga mengeluarkan paparan tentang skyquake yang hampir serupa.
Dalam artikel yang diunggah Forbes, mereka telah mempelajari kegiatan seismik di North Carolina pada tahun 2013 sampai 2015 dengan menggunakan mobil seismograf yang dikendalikan dari jarak jauh. Mobil ini dilengkapi dengan 400 sensor atmosfer dan seismograf.
Para peneliti membandingkan data pergerakan seismik yang diperoleh dengan artikel koran lokal yang dibuat pada tahun tersebut. Dari pencocokan tersebut, hanya terjadi guncangan akibat dentuman suara, dan tidak ada kegiatan seismik pada waktu itu.
Eli Bird, salah seorang pelajar USC yang ikut dalam penelitian menyimpulkan bahwa skyquake merupakan fenomena atmosfer. "Kami tidak berpikir suara itu berasal dari aktivitas seismik, kami berasumsi suara tersebut menyebar melalui atmosfer daripada tanah," ungkap Bird. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


