Lima Jemaah Umrah Asal Kota Batu Tertahan di Arab Saudi Akibat Konflik Timur Tengah
TIMES Jatim/Jamaah saat Umroh di tanah suci (Foto : Dok. TIMES Indonesia)

Lima Jemaah Umrah Asal Kota Batu Tertahan di Arab Saudi Akibat Konflik Timur Tengah

Lima jemaah umrah asal Kota Batu tertahan di Arab Saudi selama lima hari akibat terganggunya jadwal penerbangan imbas konflik Timur Tengah. Pemerintah prioritaskan keselamatan jemaah.

TIMES Jatim,Rabu 4 Maret 2026, 19:03 WIB
103
G
Galih Rakasiwi

BATUDampak konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan langsung oleh warga Kota Batu. Lima jemaah umrah asal Kota Batu dilaporkan belum dapat kembali ke tanah air dan hingga kini masih tertahan di Arab Saudi.

Kepastian tersebut dibenarkan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rachmat. Ia menyebut para jemaah sudah lima hari menunggu kepulangan akibat terganggunya jadwal penerbangan.

“Betul, sudah tertahan lima hari. Ada lima jemaah asal Kota Batu yang belum bisa kembali. Salah satunya merupakan pemilik biro perjalanan. Namun berdasarkan informasi yang kami terima, seluruhnya dalam kondisi aman,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pihaknya terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan otoritas terkait untuk memastikan kondisi para jemaah tetap terpantau.

“Paling penting, keselamatan dan keamanan. Itu yang menjadi prioritas utama di tengah situasi yang belum stabil,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan guna merespons dinamika keamanan di Timur Tengah yang berdampak pada perjalanan umrah.

Rapat tersebut melibatkan perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, maskapai penerbangan, hingga asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan pemerintah mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Kerangka berpikir kami jelas, keselamatan jemaah adalah yang utama. Penundaan bukan berarti pembatalan, melainkan bagian dari mitigasi risiko. Ini bentuk kehadiran negara untuk memastikan pelindungan, kepastian, dan ketenangan bagi seluruh jemaah,” tegasnya saat memimpin rapat koordinasi di Jakarta.

Sebelumnya, Kemenhaj juga telah mengimbau calon jemaah yang belum berangkat agar menunda perjalanan umrah hingga kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah dinilai lebih kondusif. Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah antisipatif sembari menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.