Bak penampungan air di Desia Kendal, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan kering kerontang saat kemarau panjang. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Pacitan Dibayangi Kekeringan, Krisis Air Bersih Meluas Hingga Petani Merana

Selain kawasan pinggiran kota, ancaman kekeringan juga dilaporkan mulai menggerogoti wilayah pelosok lain.

TIMES Jatim,Selasa 21 Juli 2026, 09:15 WIB
665
Y
Yusuf Arifai

PACITANDampak kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pacitan sejak April 2026 lalu makin mengkhawatirkan. 

Kondisi ekstrem ini memicu krisis air bersih yang meluas di berbagai kecamatan, membakar lahan pertanian, hingga memukul sektor peternakan warga.

Dampak krisis ini dirasakan nyata oleh Widiarto (47), warga Desa Nanggungan. Ia mengeluhkan minimnya pasokan air yang membuat ladang pertanian merana. 

Rumput gajah yang diandalkannya untuk pakan ternak kini mulai mengering dan berubah warna menjadi kecokelatan.

Meski desanya berada persis di hamparan aliran Sungai Grindulu, hal itu tidak menjadi jaminan. Sumur-sumur milik warga ikut mengering seiring menyusutnya debit air sungai.

"Soalnya sungainya sekarang semakin dangkal. Akhirnya sumur warga juga terdampak," ujar Widiarto saat ditemui di lokasi. 

Ia menambahkan, wilayah desanya memang selalu menjadi langganan krisis air saban tahun.

Kondisi serupa dialami warga Dusun Bedayu, Desa Bolosingo, Kecamatan Pacitan. Di wilayah ini, krisis air bersih bahkan sudah merayap sejak awal musim kemarau.

Sekretaris Desa Bolosingo, Munawan, membenarkan bahwa pasokan air bersih di kawasannya sudah sangat kritis. 

Sejumlah sumur bantuan yang pernah dibangun pemerintah pun tak berkutik dan ikut mengering. "Sementara iya. Sekitar 50 KK terdampak," ungkap Munawan saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Munawan menjelaskan, dusun yang terdiri dari dua RT dengan total 55 KK tersebut memang kerap menjadi langganan kekeringan tahunan karena debit sumber air lokal yang tidak memadai saat hujan absen dalam waktu lama.

Jeritan serupa datang dari warga Dusun Kwaron, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pacitan. Tri Anjar Waluyo, warga setempat, mengaku sangat khawatir dengan stok air baku yang kian menipis untuk kebutuhan harian maupun pertanian.

"Air baku sudah mulai menipis stoknya. Padahal buat kebutuhan sehari-hari saja kembang-kempis, tanaman banyak yang daunnya mengering," kata Anjar.

Sama seperti Nanggungan, Desa Tambakrejo yang sejatinya berada dekat aliran Sungai Grindulu tetap tak luput dari bencana kekeringan tahunan.

Anjar menilai, persoalan ini tak lepas dari kerusakan lingkungan di area sekitar.

"Dugaan eksploitasi alam berlebihan tanpa dibarengi dengan konservasi lingkungan bikin ketahanan air tiap tahun merosot," tegasnya.

Ladang petani di Pacitan yang terdampak krisis air. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Ladang petani di Pacitan yang terdampak krisis air. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Selain kawasan pinggiran kota, ancaman kekeringan juga dilaporkan mulai menggerogoti wilayah pelosok lain. 

Di antaranya Desa Kendal di Kecamatan Punung, serta Dusun Krajan dan Dusun Ploso di Desa Klepu, Kecamatan Donorojo, yang warganya kini mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.