Ratusan Disabilitas Terima Bansos Pemkot Mojokerto
TIMES Jatim/Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari pada saat memantau pembagian Bansos kepada ratusan penyandang disabilitas, Rabu (4/3/2026). (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Ratusan Disabilitas Terima Bansos Pemkot Mojokerto

Wali Kota Mojokerto Ning Ita menyalurkan bansos tunai Rp350 ribu kepada 243 penyandang disabilitas. Pemkot Mojokerto juga siapkan program pemberdayaan keterampilan.

TIMES Jatim,Rabu 4 Maret 2026, 21:00 WIB
181
T
Thaoqid Nur Hidayat

MojokertoPemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 243 penyandang disabilitas di Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Rabu (4/3/2026). Penyaluran ini merupakan bentuk komitmen Pemkot Mojokerto dalam memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai Rp350.000 untuk masing-masing penerima manfaat. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa langkah ini diambil guna memastikan seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan perhatian yang setara dari negara.

“Pemerintah hadir untuk semua. Tidak boleh ada yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit membantu dan memberikan semangat bagi mereka,” ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Lebih lanjut, Ning Ita menjelaskan bahwa program perlindungan sosial akan terus diperkuat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Selain dukungan finansial, Pemkot Mojokerto juga fokus pada program pemberdayaan untuk mendorong kemandirian para penyandang disabilitas.

“Kelompok disabilitas juga kami berikan perhatian khusus melalui pelatihan keterampilan. Kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang usaha sesuai potensi masing-masing. Ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri,” terangnya.

Apresiasi datang dari salah satu penerima manfaat, Naimah, warga Kelurahan Kauman yang mendampingi putranya yang merupakan penyandang disabilitas rungu. Ia menilai proses penyaluran bantuan berjalan transparan dan teratur, mulai dari pendataan hingga pencairan.

“Saya dulu didata oleh pihak kelurahan dan diarahkan langsung ke Dinas Sosial. Alurnya jelas, jadi tidak mengalami kesulitan saat mengurus bantuan untuk anak saya,” ungkap Naimah.

Guna menghindari antrean panjang, panitia membagi proses penyaluran menjadi tiga sesi berdasarkan wilayah kecamatan masing-masing. Pengaturan ini terbukti efektif membuat proses distribusi berlangsung tertib dan nyaman bagi para difabel.

Sebagai informasi, selain bantuan bagi penyandang disabilitas, pada momentum Ramadan 1447 H ini, Pemkot Mojokerto juga menjadwalkan penyaluran bantuan bagi tukang becak, anak yatim non-panti, serta kelompok lansia. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.