Pengasuh Pondok Pesantren Attahzib Ngoro Jombang, KH Ahmad Masruh. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)

Sambut Muktamar ke-35 NU, Pengasuh Ponpes Attahzib Jombang Buka Suara Soal Bursa Ketum PBNU

Pengasuh Pesantren Attahzib Jombang KH Ahmad Masruh menyambut Muktamar ke-35 NU di Jombang dan memberikan pandangannya terkait bursa kepemimpinan PBNU.

TIMES Jatim,Minggu 2 Agustus 2026, 14:26 WIB
0
R
Rohmadi

JOMBANGPelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang mendapat sambutan hangat dari kalangan ulama dan pengasuh pesantren. Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Attahzib Ngoro Jombang, KH Ahmad Masruh, yang mengaku bersyukur karena forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut digelar di tanah kelahiran para pendiri (muassis) NU.

Menurut KH Ahmad Masruh, penunjukan Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU memiliki makna historis dan filosofis yang kuat sebagai tempat lahir serta berkembangnya para tokoh pendiri organisasi.

"Saya merasa bergembira, bangga, dan bersyukur kepada Allah karena Muktamar NU dilaksanakan di Jombang. Ini sangat tepat karena Jombang merupakan tempat para tokoh pendiri Nahdlatul Ulama," ujarnya, Minggu (2/8/2026).

Ia menilai pemilihan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar juga memiliki nilai simbolis. Tambakberas merupakan salah satu pesantren bersejarah yang didirikan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah.

Menurutnya, pelaksanaan Muktamar di tempat tersebut menjadi momentum untuk "kembali ke akar" perjuangan para pendiri NU.

"Ketika Muktamar dilaksanakan di Tambakberas, tempat salah satu pendiri NU, rasanya seperti kembali kepada asalnya. Ada nilai filosofis yang kuat dan seakan mendapat doa restu dari para muassis Nahdlatul Ulama," katanya.

KH Ahmad Masruh berharap Muktamar ke-35 NU berjalan lancar, aman, dan tertib, serta menghasilkan keputusan strategis bagi jam'iyah NU dan umat Islam secara luas di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

"Semoga Muktamar berjalan baik, aman, tertib, dan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang membawa kemaslahatan bagi warga Nahdliyin. Harapannya NU semakin maju, semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat, dan membawa keberkahan bagi umat," tuturnya.

Pandangan Terkait Bursa Kepemimpinan PBNU

Mengenai agenda pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, KH Ahmad Masruh meyakini para muktamirin yang memiliki hak suara memiliki kapasitas untuk menentukan figur terbaik.

"Saya yakin para muktamirin itu orang-orang baik dan memiliki pengetahuan. Mereka tentu bisa menentukan siapa yang paling tepat memimpin NU ke depan," ujarnya.

Meski demikian, secara pribadi ia memiliki harapan agar sosok yang terpilih berasal dari Jombang dan merupakan keturunan (dzurriyah) pendiri NU.

"Kalau harapan pribadi saya, andaikan yang terpilih berasal dari Jombang dan merupakan keturunan para pendiri NU, tentu akan sangat membanggakan. Tetapi itu bukan keharusan," katanya.

Sejumlah tokoh asal Jombang yang masuk dalam bursa kepemimpinan PBNU di antaranya Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), serta KH Abdussalam Shohib (Gus Salam).

Secara khusus, KH Ahmad Masruh menyoroti sosok Gus Irfan. Menurutnya, pengalaman di pemerintahan dan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji menjadi modal penting dalam memimpin organisasi.

"Gus Irfan memiliki pengalaman yang luas. Beliau juga keturunan pendiri NU dan saat ini dipercaya menjadi Menteri Haji. Itu menunjukkan kapasitas dan kepercayaan yang diberikan negara kepada beliau," ungkapnya.

Meski menilai status dzurriyah memberikan nilai tambah berupa tanggung jawab moral yang besar, KH Ahmad Masruh menegaskan bahwa faktor keturunan bukanlah syarat mutlak untuk memimpin PBNU.

"Bukan berarti harus dzurriyah. Tidak harus. Tetapi biasanya keturunan pendiri memiliki rasa tanggung jawab lebih karena merasa memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan mengembangkan organisasi," jelasnya.

Di akhir pernyataannya, ia menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan kepada para muktamirin dan mendoakan kelancaran jalannya muktamar.

"Saya hanya bisa mendoakan. Semoga terpilih pemimpin yang mampu membawa NU semakin baik, semakin maju, dan semakin dipercaya oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rohmadi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.