Tarawih Malam ke-14 Ramadan: Disebut Tak Dihisab di Hari Kiamat, Benarkah?
Dijelaskan, orang yang menunaikan tarawih pada malam ini akan disaksikan malaikat dan tidak dihisab pada hari kiamat.
JAKARTA – Shalat tarawih malam ke-14 Ramadan disebut memiliki keutamaan khusus.
Dijelaskan, orang yang menunaikan tarawih pada malam ini akan disaksikan malaikat dan tidak dihisab pada hari kiamat.
Keyakinan tersebut termaktub dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari.
Dalam kitab itu dijelaskan adanya keutamaan berbeda pada setiap malam Ramadan, termasuk malam ke-14.
Disebutkan bahwa pada malam ke-14, para malaikat menjadi saksi bagi orang yang melaksanakan salat tarawih. Kesaksian itu menjadi kemuliaan tersendiri di hadapan Allah SWT.
Berikut kutipan teks yang tercantum dalam kitab tersebut:
وفى الليلة الرابعة عشرة جاءت الملائكة يشهدون له انه قد صلى التراويح فلا يحاسبه الله يوم القيامة
Artinya: “Pada malam yang ke-14, malaikat datang menjadi saksi bahwa ia telah melaksanakan salat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.”
Keutamaan ini kerap menjadi motivasi tambahan bagi umat Islam untuk menjaga konsistensi ibadah tarawih hingga pertengahan Ramadan.
Meski demikian, para ulama juga mengingatkan agar keutamaan-keutamaan tersebut dipahami dengan bijak, seraya tetap berpegang pada sumber-sumber rujukan yang kuat.
Ramadan sendiri merupakan bulan yang penuh limpahan rahmat. Setiap malamnya diyakini memiliki keberkahan.
Karena itu, menjaga semangat ibadah sejak awal hingga akhir bulan menjadi bagian dari ikhtiar meraih ampunan dan ridha Allah SWT. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




