Malam 1 Suro 2026, Goa Kalak Pacitan Jadi Tujuan Semedi Warga dari Berbagai Kota
Goa Kalak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan menjadi tempat ritual saat malam 1 Suro. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Malam 1 Suro 2026, Goa Kalak Pacitan Jadi Tujuan Semedi Warga dari Berbagai Kota

Goa yang dikenal lekat dengan tradisi semedi itu disebut rutin didatangi warga dari berbagai daerah, terutama saat malam 1 Suro.

TIMES Jatim,Jumat 12 Juni 2026, 14:13 WIB
428
Y
Yusuf Arifai

PACITANMalam 1 Suro 2026 yang jatuh pada Senin (15/6/2026) malam hingga Selasa (16/6/2026) diperkirakan kembali menyedot kedatangan peziarah dan pelaku ritual ke Goa Kalak di Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. 

Goa yang dikenal lekat dengan tradisi semedi itu disebut rutin didatangi warga dari berbagai daerah, terutama saat malam 1 Suro.

Sardi (75), keponakan juru kunci Goa Kalak, mengatakan pengunjung biasanya datang dari luar kota dengan beragam hajat dan tujuan spiritual.

“Orang jauh asal Wonogiri, Surakarta, Yogyakarta hingga Jakarta kerap datang ke sini, terutama pada malam 1 Suro,” ujar Sardi saat ditemui, Jumat (12/6/2026).

Menurut dia, tidak semua pengunjung terbuka mengenai tujuan ritual yang dilakukan di dalam goa. Namun, sebagian besar datang untuk berdoa, tirakat, hingga bersemedi.

“Tidak tahu, apa yang mereka minta,” katanya.

Sardi menuturkan, pengunjung umumnya membawa perlengkapan ritual berupa dupa dan bunga wangi, seperti mawar putih, melati, hingga bunga tabur lainnya.

“Kembang wangi biasanya. Ditaruh di sudut-sudut goa,” ucapnya.

Di dalam Goa Kalak, terdapat tiga titik yang lazim digunakan pengunjung untuk menjalani ritual semedi. Salah satu lokasi yang dianggap paling sering dipakai berada di bagian atas goa.

“Paling atas ada tempat untuk bersemedi,” katanya lagi.

Tak sedikit pula pengunjung yang memilih tinggal lebih lama untuk menjalani tirakat. “Kadang-kadang ada yang sampai beberapa malam,” ujar Sardi.

Meski identik dengan aktivitas spiritual, Sardi menilai Goa Kalak pada dasarnya digunakan untuk tujuan-tujuan baik. “Semoga apa yang diminta dikabulkan, diberi keselamatan, intinya itu,” jelasnya.

Goa Tertua di Pacitan dan Kisah yang Menyelimutinya

Goa Kalak selama ini tidak hanya dikenal karena aktivitas ritual yang berlangsung di dalamnya, tetapi juga cerita panjang yang berkembang di masyarakat.

Juru kunci Goa Kalak, Tugiman alias Mbah Manrejo, pernah menuturkan bahwa goa tersebut telah dijaga keluarganya secara turun-temurun. Ia mengaku mulai menjaga Goa Kalak sejak 1965 dan merupakan keturunan ketiga dari juru kunci pertama.

Menurut penuturan Mbah Manrejo, Goa Kalak dipercaya sebagian masyarakat sebagai lokasi pertapaan tokoh Kerajaan Majapahit, yakni Prabu Brawijaya.

“Saya menjaga Goa Kalak ini sejak tahun 1965, Mas. Dulunya adalah tempat ritual bersemedi Raden Brawijaya I dari Majapahit. Goa ini lebih tua daripada Goa Gong Punung,” ujarnya.

Ia menyebut, Goa Kalak kerap dikunjungi orang-orang yang memiliki tujuan spiritual tertentu, terutama pada malam-malam yang dianggap sakral dalam penanggalan Jawa.

“Yang paling sering pas malam Jumat Legi dan Jumat Kliwon, mereka sudah bawa peralatan ritual sendiri,” kata Tugiman.

Dalam sejumlah cerita tutur yang berkembang di masyarakat, Goa Kalak juga dikaitkan dengan perjalanan spiritual Prabu Brawijaya. Bahkan, beredar kisah mengenai sejumlah tokoh nasional yang disebut pernah datang untuk menjalani tirakat di lokasi tersebut.

Namun demikian, cerita tersebut berkembang sebagai bagian dari tradisi lisan masyarakat dan belum memiliki bukti sejarah yang dapat diverifikasi secara akademik.

Terlepas dari berbagai kisah yang menyertainya, Goa Kalak hingga kini tetap menjadi salah satu lokasi spiritual yang ramai dikunjungi saat malam 1 Suro, terutama oleh warga yang datang untuk berdoa, bertirakat, dan mencari ketenangan batin.

Menurut penelitian mengenai praktik spiritual masyarakat Jawa, malam 1 Suro kerap dipandang sebagai momentum refleksi diri, tirakat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan dalam tradisi kejawen maupun religius masyarakat setempat (Endraswara, 2018). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.