Bekerja saat Berpuasa Tetap Bugar dengan Minuman Herbal Ini, Wajib Dicoba!
Minuman herbal cocok untuk menjaga stamina tubuh agar tetap sehat saat bekerja meski tengah berpuasa di bulan Ramadan.
TIMESINDONESIA – Menjalankan ibadah puasa Ramadan sambil tetap bekerja menuntut kondisi tubuh yang prima. Perubahan pola makan dan minum kerap memicu penurunan energi, sulit konsentrasi, hingga gangguan pencernaan.
Menjawab tantangan ini, Yaya Sulthon Aziz, dosen Program Studi Farmasi Akafarma Sunan Giri Ponorogo membagikan rekomendasi minuman suplemen herbal yang aman dan efektif dikonsumsi saat sahur dan berbuka.
Menurutnya, tubuh mengalami penurunan kadar gula darah saat puasa yang berdampak pada menurunnya fokus kerja. Selain itu, risiko dehidrasi ringan dan kelelahan juga menjadi keluhan umum para pekerja di bulan Ramadan.
"Puasa bukan halangan untuk tetap produktif. Kuncinya adalah mempersiapkan asupan yang tepat, terutama dari bahan-bahan herbal yang sudah terbukti khasiatnya secara ilmiah maupun empiris," ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Jahe Merah hingga Ginseng untuk Jaga Stamina
Untuk menjaga energi sepanjang hari, Yaya Sulthon Aziz merekomendasikan jahe merah dan ginseng. Jahe merah dipercaya mampu menghangatkan tubuh, melancarkan pencernaan, serta meningkatkan imunitas. Sementara itu, ginseng yang mengandung ginsenosides efektif merangsang fungsi otak dan memberikan energi tanpa efek samping seperti gelisah.
"Jahe merah sangat baik diminum saat sahur. Efek hangatnya membantu tubuh lebih nyaman menjalani puasa. Sedangkan ginseng bisa menjadi alternatif pengganti kopi bagi pekerja yang butuh konsentrasi tinggi," jelasnya.
Habbatussauda dan Kunyit untuk Daya Tahan Tubuh
Memasuki pertengahan Ramadan, daya tahan tubuh biasanya mulai menurun. Habbatussauda atau jintan hitam disebut sebagai imunomodulator alami berkat kandungan thymoquinone yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi.
"Pastikan memilih produk habbatussauda yang telah terstandar dan bersertifikasi, misalnya dari BPOM, agar keamanan dan kualitasnya terjamin," pesannya.
Tak ketinggalan, kunyit dan temulawak direkomendasikan untuk menjaga fungsi hati dan membantu proses detoksifikasi tubuh. Kunyit asam, minuman tradisional yang mudah dibuat, dinilai mampu melancarkan pencernaan dan mencegah kembung.
Madu dan Daun Mint, Solusi Instan dan Penyegar
Saat berbuka, madu menjadi pilihan tepat karena kandungan gula alaminya cepat diserap tubuh untuk memulihkan energi. Madu juga kaya antioksidan yang memperkuat sistem imun.
Sedangkan daun mint, selain menyegarkan, terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kelelahan.
Sebuah studi menyebutkan bahwa menghirup aroma mint atau meminum seduhannya mampu meningkatkan daya ingat secara signifikan.
Panduan Konsumsi yang Tepat
Agar manfaatnya optimal, Yaya Sulthon Aziz, dosen Akafarma Sunan Giri Ponorogo mengingatkan pentingnya waktu konsumsi yakni saat sahur pilihlah minuman herbal yang memberikan energi tahan lama seperti jahe merah atau ginseng, dan hindari yang bersifat diuretik berlebihan.
Saat berbuka, awali dengan minuman hangat seperti jahe atau madu untuk mempersiapkan lambung. Kunyit sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat agar penyerapan kurkumin lebih maksimal.
Ia juga mengingatkan agar pekerja dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes atau hipertensi berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen herbal.
"Herbal tetap memiliki efek farmakologis. Konsumsilah sesuai dosis dan pilih produk yang terdaftar di BPOM agar terhindar dari risiko," jelasnya.
Menurut Yaya, dosen Akafarma Sunan Giri Ponorogo, dengan persiapan yang tepat, ibadah puasa dan rutinitas pekerjaan dapat berjalan beriringan tanpa mengorbankan kesehatan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




