Lampaui Separuh Target, Realisasi Pajak Daerah Gresik Tembus Rp590 Miliar
Realisasi pajak daerah Kabupaten Gresik hingga pertengahan 2026 tembus Rp590,248 miiliar. Bupati Fandi Akhmad Yani sebut capaian ini percepat proyek infrastruktur jalan.
GRESIK – Kinerja penerimaan pajak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan tahun 2026, realisasi pajak daerah di wilayah tersebut telah mencapai Rp590,248 miliar atau sebesar 52,91 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian ini menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk terus mempercepat akselerasi pembangunan daerah, terutama pada sektor infrastruktur jalan.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan instrumen investasi penting bagi pembangunan di Kota Pudak.
“Semua pajak yang dibayarkan akan kembali lagi kepada masyarakat. Pemerintah hanya mengelolanya menjadi pembangunan,” ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut usai pengundian hadiah wajib pajak di Soto Cak Har Menganti, Selasa (14/7/2026).
Gus Yani menjelaskan, pajak yang dihimpun dari masyarakat akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dana tersebut kemudian dialokasikan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan hingga peningkatan mutu layanan publik.
Oleh karena itu, tingkat kepatuhan masyarakat serta pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban perpajakan memegang peran krusial dalam menjaga keberlanjutan roda pembangunan daerah.
“Ini bentuk motivasi bagi masyarakat agar semakin taat membayar pajak. Pajak memang dipungut dari masyarakat, tetapi seluruh manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” imbuhnya.
Guna mendukung peningkatan kepatuhan tersebut, Pemkab Gresik secara konsisten melakukan pembinaan kepada pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman. Melalui digitalisasi berupa pemasangan tapping box, setiap transaksi kini dapat tercatat secara transparan sehingga penerimaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dapat dikelola secara akuntabel dan optimal.
Gencarkan Pembangunan Infrastruktur di Gresik Selatan
Sebagai bukti nyata dari kontribusi pajak masyarakat, Bupati Yani mencontohkan transformasi infrastruktur di wilayah Menganti yang kini kondisinya semakin mantap. Ruas jalan utama di kawasan tersebut telah diperlebar menjadi empat lajur, dan proyek pengerjaannya terus dilanjutkan hingga berbatasan langsung dengan Kota Surabaya.
Menurutnya, interkoneksi di wilayah Menganti akan terus ditingkatkan melalui pembukaan jalan-jalan alternatif yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis.
“Kami tidak ingin pembangunan hanya terpusat di Gresik Kota atau wilayah utara. Hari ini masyarakat bisa melihat sendiri bahwa Gresik Selatan juga menjadi prioritas pembangunan,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

