Rontek Gugah Sahur Lewat Tengah Malam, Dindik Pacitan Minta Orang Tua Awasi Anak
Kepala Dindik Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, meminta orang tua lebih aktif mengawasi anak-anaknya yang ikut kegiatan tersebut selama Ramadan.
PACITAN – Rontek gugah sahur yang digelar lewat pukul 00.00 WIB menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan (Dindik Pacitan).
Kepala Dindik Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, meminta orang tua lebih aktif mengawasi anak-anaknya yang ikut kegiatan tersebut selama Ramadan.
Menurut Pandu, rontek memang bagian dari tradisi Ramadan. Namun karena berlangsung hingga dini hari, kegiatan itu dikhawatirkan berdampak pada kondisi fisik dan konsentrasi siswa saat mengikuti pelajaran sekolah pagi harinya.
“Saya memonitor langsung pelaksanaan surat edaran terkait kegiatan bulan Ramadan untuk siswa-siswi. Ternyata masih banyak anak usia sekolah yang mengikuti rontek tanpa pendampingan orang tua,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia menegaskan, Dindik sebenarnya sudah menerbitkan surat edaran tentang aktivitas siswa selama Ramadan.
Dalam edaran itu, orang tua diminta tetap melakukan pengawasan, terutama untuk kegiatan yang digelar hingga larut malam.
“Kami mohon dengan sangat agar orang tua bisa mendampingi kegiatan anak di bulan Ramadan, sebagaimana yang sudah kami sampaikan dalam surat edaran,” katanya.
Pandu memahami antusiasme anak-anak mengikuti rontek gugah sahur. Apalagi tradisi tersebut sudah lama hidup di tengah masyarakat Pacitan.
Namun, ia mengingatkan agar keterlibatan siswa tetap memperhatikan aspek keselamatan, waktu istirahat, dan kesiapan mengikuti pembelajaran keesokan harinya.
“Mengingat banyak anak-anak dan adik-adik kita ikut rontek, peran orang tua menjadi penting. Jangan sampai semangat tradisi justru mengganggu proses belajar,” tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




