Menu MBG Ramadan di Bondowoso Dikeluhkan dan Jadi Buah Bibir Netizen Se-Indonesia
TIMES Jatim/Salah satu menu MBG Ramadan di Kabupaten Bondowoso yang dikeluhkan warga dan viral di media sosial (FOTO: Facebook SRB Suara Rakyat Bondowoso)

Menu MBG Ramadan di Bondowoso Dikeluhkan dan Jadi Buah Bibir Netizen Se-Indonesia

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk paket makanan kering selama Ramadan 2026, di sejumlah sekolah di Bondowoso menuai sorotan.

TIMES Jatim,Rabu 25 Februari 2026, 15:24 WIB
2.3K
M
Moh Bahri

BondowosoPelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam bentuk paket makanan kering selama Ramadan 2026, di sejumlah sekolah di Bondowoso menuai sorotan dari wali murid. 

Menu MBG tersebut kemudian diupload di media sosial. Bahkan keluhan warga Bondowoso itu direpost ulang oleh akun Instagram @lambeturah_official. Sebuah Akun Instagram dengan 2,4 juta Followers. 

Dalam unggahan tersebut, tampak menu MBG yang dinilai tak sesuai. Dimana menunya hanya telur satu butir, jagung rebus separuh dan jeruk. Dalam keterangannya MBG tersebut untuk sekolah di Tlogosari. 

Lantas unggahan di Lambeturah itu mendapatkan banyak komentar negatif warganet. “Jadi panah basah buat korupsi,” tulis @diana_kurawi.

Di Bondowoso sendiri, memang sejumlah orang tua mengeluhkan kualitas isi paket hingga cara pengemasan yang dinilai kurang layak.

Beberapa keluhan yang muncul di antaranya kondisi buah yang dianggap kurang segar, tidak adanya susu dalam paket, serta distribusi yang disebut hanya menggunakan plastik kresek tanpa wadah pendukung seperti mika atau tas khusus.

Salah satu wali murid di SDN Dabasah 3 Bondowoso berinisial AI mengungkapkan, paket yang diterima anaknya pada 23 Februari lalu berisi dua pisang kecil yang hampir layu, tiga butir kurma, sekitar 10 biji kacang kedelai dalam plastik klip, serta satu buah roti.

"Kami sebagai orang tua merasa miris melihatnya," ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (25/2/2026).

AI menilai program tersebut memiliki tujuan baik, namun pengawasan distribusi dan kualitas makanan masih perlu diperbaiki. Ia juga menyebut ada wali murid lain yang memilih tidak menyampaikan keluhan secara terbuka.

"Jika tujuannya menciptakan Generasi Emas, tapi mutunya begini, yang lahir bukan emas, perak, atau perunggu, bisa jadi malah generasi besi tua," cetusnya.

Keluhan serupa disampaikan VG, wali murid SMKN di Bondowoso. Ia mempertanyakan pengemasan paket yang diterima anaknya karena hanya menggunakan plastik kresek putih.

"Isinya jeruk hijau kecil yang kecut, selembar keju, sepotong roti tawar, dan kacang hijau di plastik klip. Seperti mau ke pasar saja pakai kresek begini," ungkapnya.

Sementara itu, Rais, wali murid di Kecamatan Wringin, mengaku kecewa terhadap kualitas menu. 

Namun tidak sepakat jika dapur Satuan Pelayanan Perangkat Gizi (SPPG) harus ditutup karena menyangkut para pekerja di dalamnya. "Kualitas MBG-nya saja yang harus diperbaiki," tegasnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan meneruskannya ke Badan Gizi Nasional (BGN).

"SPPG ini sudah kami laporkan ke BGN pusat sebagai laporan khusus apabila ada hal-hal yang kurang baik," jelas Mila.

Ia juga memaparkan bahwa anggaran MBG dibedakan berdasarkan kategori penerima. Untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, alokasi sebesar Rp8.000 per porsi (porsi kecil).

Sedangkan untuk siswa kelas 4 SD ke atas, ibu hamil, dan menyusui sebesar Rp10.000 per porsi (porsi besar). Perbedaan tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan gramasi oleh ahli gizi.

Terkait pengemasan menggunakan plastik kresek, Mila menegaskan bahwa mekanisme distribusi seharusnya memakai totebag dan akan dilakukan pengecekan ulang di lapangan.

"Harusnya ada totebag. Kami akan kroscek kembali di lapangan," tambahnya.

Soal tidak adanya susu dalam beberapa paket, Mila menjelaskan bahwa susu bukan komponen wajib selama kebutuhan protein telah terpenuhi dari sumber lain seperti telur, abon, atau dendeng. 

Ia juga menyebutkan bahwa ketersediaan susu sesuai standar petunjuk teknis saat ini cukup terbatas.

"Barangnya langka dan sulit dicari. Di Bondowoso juga belum ada UMKM yang menyediakan susu murni olahan siap konsumsi yang sesuai standar, sehingga kami masih mengandalkan susu kemasan," ujarnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.