Dispendik Gresik Klirkan Kasus Kakak Adik Viral Tak Lolos Jalur Prestasi
Dispendik Gresik saat memberikan keterangan pers ke media. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)

Dispendik Gresik Klirkan Kasus Kakak Adik Viral Tak Lolos Jalur Prestasi

Dinas Pendidikan Gresik memberikan klarifikasi terkait video viral siswa berprestasi voli yang tidak lolos seleksi SPMB SMPN. Ini penjelasan kuota dan bobot nilai sertifikat.

TIMES Jatim,Rabu 17 Juni 2026, 18:36 WIB
204
A
Akmalul Azmi

GRESIKDinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik akhirnya angkat bicara terkait informasi mengenai siswa yang tidak lolos Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri meski memiliki prestasi non-akademik.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial TikTok bahwa seorang siswa sekolah dasar (SD) bernama Arga bersama adiknya, Anggita Maulidya, tidak lolos seleksi SPMB meski melampirkan sertifikat prestasi kejuaraan bola voli.

Kepala Dispendik Gresik, S. Hariyanto, menjelaskan bahwa Arga mengikuti seleksi melalui jalur prestasi non-akademik. Jalur ini menggunakan komposisi penilaian 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai prestasi.

Dari hasil penilaian tersebut, Arga memperoleh nilai akhir 56,85 dan menempati peringkat 67 dari 69 pendaftar. Sementara adiknya, Anggita Maulidya Putri, memperoleh nilai 63,45 dan berada di peringkat 47.

"Dari total 69 pendaftar, kuota yang tersedia hanya 14 siswa. Karena itu keduanya tidak masuk dalam daftar peserta yang diterima," jelas Hariyanto, Rabu (17/6/2026).

Menurut Hariyanto, rendahnya nilai prestasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya karena prestasi yang diajukan merupakan kejuaraan beregu yang diselenggarakan oleh pihak non-pemerintah, sehingga bobot nilainya lebih rendah dibanding kompetisi resmi pemerintah.

Ia juga menegaskan bahwa proses verifikasi dan penilaian jalur prestasi telah melibatkan pihak ketiga yang memiliki kompetensi di bidangnya guna menjamin objektivitas serta transparansi.

"Kami sengaja melibatkan pihak yang berkompeten agar proses penilaian lebih objektif, adil, dan transparan," tegasnya.

Hariyanto mengakui pelaksanaan penerimaan murid baru setiap tahun selalu diwarnai berbagai dinamika dan keluhan masyarakat. Namun, ia memastikan sistem pendaftaran daring (online) tahun ini berjalan lancar tanpa kendala peladen (server).

"Semua data tersimpan dalam sistem dan dapat diakses. Ini bagian dari transparansi pemerintah daerah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Prestasi KONI Gresik, Dandik Suwandi, selaku tim verifikator prestasi non-akademik, menjelaskan bahwa sertifikat yang diunggah peserta memang memiliki nilai terbatas berdasarkan petunjuk teknis (juknis) SPMB.

Menurutnya, sertifikat yang diajukan tidak mencantumkan logo penyelenggara resmi karena kompetisi tersebut diselenggarakan oleh klub, bukan oleh instansi pemerintah maupun organisasi olahraga yang berjenjang.

"Sertifikat itu diselenggarakan oleh klub. Yang menguatkan hanya adanya tanda tangan pejabat. Jika tidak ada tanda tangan tersebut, sertifikat bahkan tidak bisa dinilai karena tidak memenuhi ketentuan dalam juknis," pungkas Dandik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Akmalul Azmi
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.