Penarikan Perdana Dapodik, TPG Ribuan Guru Pacitan Terancam Terlambat Jika Data Belum Valid
Data Dindik Pacitan mencatat estimasi penerima TPG pada periode pertengahan tahun ini mencapai sekitar 4.900 guru, yang terdiri dari hampir 3.700 guru berstatus ASN serta sekitar 1.200 guru swasta.
PACITAN – Batas waktu penarikan perdana Data Pokok Pendidikan (Dapodik) versi 2027 untuk validasi InfoGTK resmi ditutup pada Rabu (22/7/2026) pukul 18.00 WIB nanti malam.
Proses penarikan data ini menjadi krusial lantaran menjadi pijakan utama pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode Juli 2026, yang menyasar ribuan pendidik di Kabupaten Pacitan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan, estimasi penerima TPG pada periode pertengahan tahun ini mencapai sekitar 4.900 guru, yang terdiri dari hampir 3.700 guru berstatus ASN serta sekitar 1.200 guru swasta.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dindik Pacitan, Rino Budi Santoso, menegaskan bahwa kecepatan pencairan TPG sangat bergantung pada validitas data yang disinkronkan oleh masing-masing sekolah sebelum batas waktu penarikan.
"Khusus untuk TPG, jika saat penarikan data sudah valid, tentu akan keluar SK TPG duluan dan berdampak pada realisasinya yang lebih cepat," terang Rino saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2026).
Rino menjelaskan, berbeda dari bulan-bulan biasa yang penarikan datanya dimulai tanggal 10, khusus periode Juli ini jadwal penarikan sedikit mundur.
Hal ini dikarenakan bersamaan dengan mulainya tahun ajaran baru serta adanya penyesuaian jumlah siswa di sekolah-sekolah.
Meski demikian, Rino mengimbau para guru dan operator sekolah untuk tidak panik berlebihan jika data mereka belum sempat terekam valid pada penarikan perdana malam ini. Ia memastikan tunjangan yang menjadi hak guru tidak akan hangus.
"Akan ada keterlambatan penerimaan bantuan dari pusat. Keterlambatan ini bukan berarti hangus, karena masih ada update atau pembaruan data lanjutan jika permasalahannya ada di sistem, bukan pada objek datanya," jelasnya.
Sejauh ini, Dindik Pacitan mengaku belum menerima laporan resmi terkait kendala teknis krusial di lapangan seperti masalah jaringan internet maupun traffic server yang berlebihan.
Hanya saja, bagian perencanaan Dindik saat ini terus berpacu menginformasikan fitur-fitur atau menu baru yang ada pada aplikasi Dapodik ke sekolah-sekolah.
Mengingat Dapodik menyangkut tiga komponen vital, yakni sarana prasarana (sarpras), data siswa, dan guru, Dindik Pacitan meminta seluruh jajaran sekolah memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk terus membangun komunikasi intensif.
"Tidak ada yang sulit dilakukan, kuncinya selalu komunikasi. Jika permasalahan ada di sistem pasti terekam dan bisa diselesaikan. Namun, jika kesalahan ada di kepala sekolah atau operator, tentu akan berdampak langsung pada hak siswa, guru, dan sarprasnya," tegas Rino. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

