Misi Pengabdian, Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Praktikkan Fiqh Sosial di Lokasi KKM
TIMES Jatim/Pembekalan KKM oleh Mudir Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan KH Luqman Al Hakim Harits Dimyathi. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

Misi Pengabdian, Mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Praktikkan Fiqh Sosial di Lokasi KKM

Sebanyak 32 mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan diterjunkan untuk KKM di wilayah Pacitan dan Wonogiri. Fokus pada pengabdian fiqh sosial dan humanis.

TIMES Jatim,Minggu 15 Februari 2026, 09:54 WIB
1.5K
Y
Yusuf Arifai

PacitanSebanyak 32 mahasantri Ma’had Aly At-Tarmasi Pacitan resmi dilepas untuk menjalani Kuliah Khidmah Mahasantri (KKM) selama sebulan ke depan. Mereka akan diterjunkan ke empat kecamatan di Pacitan dan Wonogiri dengan membawa misi pengabdian sekaligus mengamalkan ilmu fiqh dan ushul fiqh di tengah masyarakat.

Pembekalan dilakukan langsung oleh Mudir Ma’had Aly At-Tarmasi, KH Luqman Al-Hakim Harits Dimyathi, di Dalem Paguron Soko Papat Perguruan Islam Pondok Tremas, Sabtu (14/2/2026) malam. Di hadapan para mahasantri, ia menegaskan bahwa KKM bukan sekadar agenda akademik.

“Ini syarat menuju purna. Tapi lebih dari itu, ini untuk kalian sendiri. Kalau kemudian bisa bermanfaat untuk umat, itu bonus yang luar biasa,” ujarnya.

KH Luqman mengingatkan, ada dua hal utama yang harus menjadi pegangan selama KKM. Pertama, mempraktikkan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah. Mulai dari khutbah tanpa teks, penyampaian materi Ramadan dan zakat, hingga penguatan pemahaman keagamaan dasar. Kedua, menerapkan fiqh sosial dan fiqh ekologis, termasuk menjaga tradisi keilmuan yang bersumber dari kitab turats. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang halus dan membumi.

article

“Ajak masyarakat dengan cara yang mengena dan humanis. Seperti yang dicontohkan para pendahulu kita,” pesannya.

Sementara itu, Ketua LP2M Ma’had Aly At-Tarmasi, Dr Eko Wahid Budiyanto, menjelaskan bahwa 32 mahasantri tersebut dibagi dalam empat kelompok. Masing-masing didampingi satu muhadir pendamping lapangan (MPL).

Selama satu bulan, mereka akan menjalankan KKM di Kecamatan Nawangan dan Bandar (Pacitan), Kecamatan Punung (Pacitan), serta Kecamatan Ngadirojo (Wonogiri).

Menurut Eko, KKM menjadi ruang praktik nyata bagi mahasantri untuk menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi. Bukan hanya mengajar atau berceramah, tetapi hadir memberi solusi atas persoalan keumatan dengan pendekatan fiqh yang kontekstual.

“Ilmu tidak berhenti di kelas. Harus diuji di masyarakat. Di situlah mahasantri belajar menjadi alim yang responsif terhadap zaman,” tandasnya.

Sebulan ke depan akan menjadi fase penting. Bagi Ma'had Aly At-Tarmasi, ini pengabdian. Bagi mahasantri, ini latihan menjadi pelayan umat yang sesungguhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.