TIMES JATIM, PACITAN – SMPN 1 Tegalombo, Kabupaten Pacitan menghadirkan wajah baru di awal 2026. Ratusan botol plastik bekas disulap menjadi instalasi tulisan raksasa “SPENSATA” yang kini berdiri mencolok di halaman utama sekolah.
Ikon baru tersebut bukan sekadar ornamen. Seluruh materialnya berasal dari botol plastik bekas yang dikumpulkan warga sekolah, lalu diolah menjadi karya edukatif bertema kepedulian lingkungan.
Kepala SMPN 1 Tegalombo Pacitan, Subroto, mengatakan proyek ini dirancang untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Sekolah, menurutnya, tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah bisa bernilai jika dikelola dengan kreativitas,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Siswa menata ecobrik supaya terlihat lebih rapi. (Foto: Siska Nardefiyanto for TIMES Indonesia)
Instalasi “SPENSATA” dibuat menggunakan konsep ecobrick. Botol plastik diisi sampah plastik kering hingga padat agar kuat dan tahan cuaca. Bagian dasar botol kemudian dicat warna-warni sehingga membentuk efek mosaik yang menarik.
Koordinator lapangan kegiatan, Melda Puji Astriani, menjelaskan proses penyusunan dilakukan dengan perhitungan matang agar setiap huruf presisi dan kokoh.
“Bukan sekadar menumpuk botol. Kami pastikan strukturnya kuat dan tetap enak dipandang,” jelasnya.
Proses pengerjaan melibatkan langsung para siswa, khususnya kelas semester awal. Mereka berperan mulai dari pengumpulan botol, pemilahan warna, hingga penyusunan instalasi.
Subroto menilai keterlibatan siswa menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Dengan terlibat langsung, siswa diharapkan memiliki rasa memiliki sekaligus tanggung jawab untuk merawat hasil karya bersama.
“Kalau mereka ikut membangun, mereka juga akan ikut menjaga,” tambahnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya SMPN 1 Tegalombo menuju sekolah Adiwiyata. Pengelolaan sampah plastik dipilih sebagai fokus karena relevan dengan persoalan lingkungan global.
Ke depan, area sekitar ikon “SPENSATA” direncanakan dikembangkan menjadi taman edukasi lingkungan. Tempat belajar terbuka yang memadukan kreativitas, ekologi, dan estetika.
Kini, instalasi tersebut menjadi titik perhatian setiap tamu yang datang ke sekolah. Tak sedikit yang berhenti sejenak untuk berfoto, menjadikan “SPENSATA” sebagai simbol baru kebanggaan sekolah.
Lebih dari sekadar pajangan, ikon ini menjadi pesan sederhana namun kuat: perubahan bisa dimulai dari sekolah, bahkan dari botol plastik yang selama ini dianggap tak berguna. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |