Cara Mahasiswa VCD Universitas Ciputra Maknai Ramadan lewat Riset Inklusif
Mahasiswa VCD Universitas Ciputra (UC) melakukan simulasi disabilitas dalam mata kuliah Future Design untuk meriset solusi desain inklusif di momentum Ramadan.
SURABAYA – Momentum Ramadan dimaknai secara mendalam oleh mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Melalui mata kuliah Future Design, para mahasiswa tidak hanya memprediksi tren masa depan, tetapi juga melakukan simulasi menjadi penyandang disabilitas sebagai bagian dari riset berbasis empati.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses design research kolaborasi dengan Xi’an Jiaotong Liverpool University. Selama 90 menit, mahasiswa menggunakan penutup mata, penutup telinga, kruk, tongkat, hingga kursi roda untuk merasakan langsung hambatan fisik saat beraktivitas di lingkungan kampus. Data dan insight yang diperoleh akan digunakan untuk merumuskan solusi desain yang lebih inklusif.
Ketua Program Studi VCD UC, Christian Anggrianto, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan nilai Ramadan yang menekankan empati dan kepedulian sosial.
"Melalui pendekatan experiential learning, mahasiswa diajak memahami bahwa desain bukan sekadar estetika, melainkan alat untuk menghadirkan kemudahan dan kesetaraan akses bagi semua kalangan," ujar Christian, Rabu (4/3/2026).
Christian menegaskan bahwa empati adalah fondasi utama dalam future thinking. Menurutnya, Ramadan mengajarkan manusia untuk lebih peka terhadap sesama.
“Dalam Future Design, mahasiswa belajar bahwa solusi masa depan harus berangkat dari pemahaman mendalam terhadap pengalaman manusia. Dengan merasakan langsung keterbatasan fisik, mereka memperoleh insight autentik untuk merancang desain yang inklusif dan berdampak,” ungkapnya.
Dalam simulasi tersebut, mahasiswa mengidentifikasi berbagai tantangan nyata, mulai dari kesulitan navigasi ruang, keterbatasan akses informasi visual dan audio, hingga hambatan mobilitas di area publik.
"Hasil observasi ini akan dikembangkan menjadi rekomendasi desain komunikasi visual, sistem informasi, hingga konsep ruang yang lebih ramah difabel," terang Christian.
Ia berharap melalui pendekatan ini, VCD UC mampu mencetak desainer masa depan yang tidak hanya kreatif, tetapi memiliki sensitivitas sosial dan tanggung jawab terhadap isu inklusivitas.
"Di bulan Ramadan yang identik dengan refleksi, pembelajaran ini menjadi pengingat bahwa desain memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan setara," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



