Kucurkan Dana Rp8,3 Miliar, Wawali Kota Malang Janji Ribuan Penerima Beasiswa SD-Kuliah Tepat Sasaran
Pemkot Malang kembali menggulirkan program beasiswa pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
TIMESINDONESIA – Pemkot Malang kembali menggulirkan program beasiswa pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu. Pada 2026 ini, sebanyak 1.151 orang dari jenjang SD hingga perguruan tinggi ditetapkan sebagai penerima bantuan pendidikan tersebut.
Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, memastikan program ini tepat sasaran. Yaitu, menyasar pelajar yang membutuhkan secara ekonomi sekaligus memiliki prestasi akademik.
Ali menyebut, daftar penerima telah melalui proses pengajuan dan verifikasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Saat ini program tersebut tinggal memasuki tahap pelaksanaan.
“Nama-nama penerima sudah ditandatangani wali kota dan seluruhnya berbasis pengajuan yang telah diverifikasi oleh Kesra,” ujar Ali, Kamis (5/3/2026).
Secara rinci, penerima beasiswa terdiri dari 300 siswa SD, 300 siswa SMP, 210 siswa SMA/SMK, serta 341 mahasiswa.
Besaran bantuan yang diberikan juga berbeda pada tiap jenjang pendidikan. Untuk siswa SD diberikan Rp220 ribu per bulan, SMP Rp330 ribu per bulan, SMA/SMK Rp440 ribu per bulan, sedangkan mahasiswa memperoleh Rp2 juta per bulan.
Untuk menjalankan program tersebut, Pemkot Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp8,3 miliar yang bersumber dari APBD Kota Malang.
Ali menegaskan, tingginya jumlah pendaftar membuat proses seleksi dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh pelajar yang membutuhkan.
“Program ini khusus untuk anak-anak Kota Malang yang kurang mampu dan berprestasi. Untuk mahasiswa bentuknya subsidi biaya kuliah, sedangkan untuk SMA kami upayakan bisa menutup biaya SPP,” ungkapnya.
Program beasiswa ini juga menjadi bagian dari program prioritas Pemkot Malang dalam mendukung Dasa Bakti Ngalam Pinter sekaligus menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.
“Ini sesuai janji kami dan saya pastikan tepat sasaran,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menambahkan bahwa pengelolaan program dilakukan oleh dua instansi. Untuk jenjang SD dan SMP ditangani Disdikbud, sedangkan SMA/SMK hingga perguruan tinggi dikelola Bagian Kesra Setda Kota Malang.
Ia menyebut program serupa juga telah dijalankan pada 2025 dengan total 1.000 penerima.
“Untuk tahun ini prosesnya sudah masuk tahap pencairan. Penyaluran akan menggunakan virtual account bekerja sama dengan Bank Jatim sehingga dana bisa diambil langsung oleh masing-masing siswa,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




