Pengungkapan 3 Ton Ganja di Gresik, Ketua DPRD Minta Pengawasan Gudang Diperketat
Polisi dan BNN gagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja di Gresik. Ketua DPRD M Syahrul Munir minta pengawasan gudang diperketat dan koordinasi dengan aparat diperkuat. Diduga narkotika ini akan diedarkan di Indonesia dan campuran rokok elektrik.
GRESIK – GRESIK – Pengungkapan kasus narkotika kuncup ganja seberat 3,37 ton di sebuah gudang di Kecamatan Cerme, Gresik, menjadi sorotan. Ketua DPRD Kabupaten Gresik, M Syahrul Munir, meminta pengawasan gudang diperketat dan pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi serta meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Menurut Syahrul, upaya tersebut sejalan dengan Perda Gresik Nomor 11 Tahun 2020 tentang Fasilitas Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika serta Prekursor Narkotika.
“Area pergudangan akan kita ekstra pantau. Minimal pengelola kawasan pergudangan harus secara rutin menyampaikan laporan aktivitas usahanya kepada dinas terkait,” kata Syahrul, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, kasus ini menjadi salah satu pengungkapan narkotika terbesar di Jawa Timur dan diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pelaku usaha dalam mencegah peredaran narkotika di Gresik.
Dalam operasi gabungan, petugas BNN menyita sekitar 3,37 ton narkotika jenis kuncup bunga canabinoid. Barang bukti ditemukan dalam empat kontainer berisi puluhan kardus dan 79 koper. Aparat juga mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan internasional. Narkotika tersebut diduga akan diedarkan di Indonesia dan sebagian digunakan sebagai bahan campuran cairan rokok elektrik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

