4 Jenis Makanan Lebaran Ini Bisa Picu Kolesterol dan Darah Tinggi
Beberapa makanan lebaran identik dengan kadar kolesterol tinggi, sehingga tidak baik untuk penderita PTM.
Surabaya – Lebaran menjadi momen berkumpul bersama keluarga untuk mempererat tali silaturahmi. Momen seperti ini tak lengkap jika tidak dibarengi dengan sajian khas lebaran, seperti ketupat dengan opor ayam atau sayur santan hingga sambal goreng.
Di tengah gempuran berbagai jenis makanan bersantan, penderita penyakit tidak menular atau PTM seperti stroke, penyakit jantung koroner, kanker, hingga diabetes mellitus dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) harus pandai-pandai memilih makanan.
Dosen Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dr. Niken Sasadhara Sasmita, M. Med.Kom., menjelaskan ada beberapa makanan lebaran yang identik dengan kadar kolesterol tinggi, sehingga tidak baik untuk penderita PTM.
“Makanan jenis ini bisa menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah akan mengalami penyempitan dan pengerasan,” ujarnya.
dr. Niken memaparkan, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari penderita PTM saat lebaran diantaranya:
1. Makanan Bersantan
Makanan yang mengandung santan merupakan makanan yang sering dijumpai saat lebaran. Opor ayam, gulai, dan sayur lodeh, merupakan makanan penyumbang kolesterol yang mengandung lemak tinggi. Ditambah lagi jika masakan bersantan dihangatkan berkali-kali dapat menghilangkan nutrisi dan memicu kolesterol jahat.
“Makanan yang bersantan sebaiknya sekali masak untuk sekali makan. Kalau dihangatkan berulang ini bisa bahaya. Bisa membuat asam lemaknya berubah jadi lemak jenuh dan susah dicerna tubuh,” terangnya.
2. Makanan yang Digoreng
Walaupun tak terlalu banyak, makanan yang digoreng seperti keripik, ayam goreng, dan lainnya juga bahaya. Sama seperti makanan bersantan, kandungan lemak dari makanan yang digoreng dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, yang selanjutnya dapat menyebabkan pengendapan kolesterol pada dinding pembuluh darah.
3. Makanan Manis
Tak dipungkiri makanan manis punya kalori yang tinggi seperti permen dan kue. Kadar insulin yang meningkat akibat kandungan gula yang tinggi akan membuat tubuh gampang lelah dan capek, sehingga menaikkan berat badan secara cepat.
“Bertambahnya gula dalam darah akan membuat orang terkena hipertensi, dan resikonya itu bisa lebih parah untuk penderita diabetes,” urai dr. Niken.
4. Makanan Terlalu Asin
Makanan asin, menurut dr. Niken, dapat menyebabkan gangguan jantung yang berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih. Dia menyarankan untuk mengontrol asupan makanan asin dan mengimbanginya dengan konsumsi sayur dan buah-buahan.
“Selain makanan yang manis, makanan asin banyak kita temui seperti kacang asin bahkan rendang yang sudah menjadi hidangan wajib saat lebaran, yang itu bisa membuat tekanan darah jadi tinggi dan memicu kolesterol,” tandasnya.
Dosen kelahiran Surabaya itu juga mengingatkan untuk senantiasa berolahraga di tengah suasana lebaran, selain untuk membakar kalori agar tubuh tetap sehat dan bugar, juga terhindar dari PTM. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




