Muit Arsa bersama lukisannya berjudul "Pejuang Seni" tampil dalam pameran Surabaya Visual Art Fest di Galeri Merah Putih Balai Pemuda, Kamis (30/7/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Muit Arsa Hadirkan Lukisan Pejuang Seni di Surabaya Visual Art Fest 2026

Seniman Muit Arsa memamerkan lukisan penari remo berjudul "Pejuang Seni" pada Surabaya Visual Art Fest 2026 di Galeri Merah Putih Balai Pemuda.

TIMES Jatim,Kamis 30 Juli 2026, 19:14 WIB
618
L
Lely Yuana

SURABAYAPegiat seni rupa Muit Arsa menampilkan karya terbaru berjudul "Pejuang Seni" dalam pameran Surabaya Visual Art Fest di Galeri Merah Putih Balai Pemuda, Surabaya. Pameran tersebut berlangsung sejak 26 Juli hingga 6 Agustus 2026.

Lukisan yang menggambarkan penari remo tersebut menegaskan komitmen Muit Arsa yang dikenal konsisten mengangkat kearifan lokal.

"Saya memang mengambil tema local wisdom, dan lukisan ini belum pernah dipamerkan. Memang saya persiapkan khusus untuk Surabaya Visual Art Fest," ujar Muit Arsa, Kamis (30/7/2026).

Sosok penari remo dalam lukisan tersebut bukan sekadar potret figuratif, melainkan simbol perjalanan seniman yang terus bertahan di tengah dinamika kehidupan. Wajah pada kanvas dibentuk dari perpaduan warna kontras, seperti biru, hijau, jingga, merah, ungu, hingga kuning.

Melalui komposisi tersebut, Muit menggambarkan perjalanan pejuang seni yang diwarnai beragam dinamika, mulai dari harapan, amarah, kegagalan, hingga optimisme.

Penggunaan udeng khas pada penari mempertegas akar budaya Jawa Timur yang menjadi pijakan karya. Tatapan mata tokoh diarahkan ke samping dengan bibir tertutup rapat, menghadirkan gestur perjuangan dalam kesenyapan.

Dari segi teknik, penerapan sapuan palet tebal (impasto) memberikan tekstur yang hidup pada permukaan kanvas. Tekstur tersebut mencerminkan proses kreatif yang berlapis dan membutuhkan waktu.

Muit tidak menghadirkan atribut kepahlawanan konvensional pada figur lukisan, melainkan menjadikan kreativitas sebagai medium perlawanan.

"Perlawanan yang ditawarkan bukan terhadap manusia, melainkan terhadap rasa putus asa, keterbatasan, dan zaman yang kerap mengabaikan nilai-nilai seni dan budaya," kata Muit yang juga bertindak sebagai ketua penyelenggara Surabaya Visual Art Fest.

Latar belakang berwarna biru keunguan memberi aksen ruang yang luas dan misterius. Komposisi ini menjaga fokus penikmat seni tetap tertuju pada narasi utama di bagian wajah figur.

Muit menambahkan, "Pejuang Seni" menjadi representasi para pelaku seni di Indonesia yang konsisten berkarya di tengah keterbatasan ruang apresiasi, tantangan ekonomi, serta perubahan zaman. Bagi Muit, seni merupakan bentuk perjuangan dalam menjaga identitas budaya dan nilai kemanusiaan.

Melalui lukisan ini, Muit menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan seni dan budaya Jawa Timur melalui seni rupa, khususnya di Surabaya yang merupakan kota kelahirannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.