Tips Sehat Lebaran: Hindari Makan Balas Dendam Menurut Pakar Kedokteran Unesa
Dosen Kedokteran Unesa dr. Niken Sasadhara Sasmita ingatkan bahaya makan berlebih saat Lebaran. Simak tips mencegah kolesterol, maag, dan sakit jantung.
Surabaya – Fenomena menyantap makanan dalam jumlah besar secara tidak terkontrol saat lebaran sering kali dijumpai di masyarakat. Kecenderungan yang kerap disebut sebagai "makan balas dendam" ini perlu diwaspadai karena menyimpan sederet ancaman gangguan kesehatan.
Dosen Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dr. Niken Sasadhara Sasmita, M.Med.Kom., mengungkapkan bahwa dorongan ini muncul akibat keinginan melahap berbagai jenis makanan favorit yang selama ini dibatasi saat berpuasa.
“Banyak orang kehilangan kendali dan tidak lagi mengontrol asupan makanan saat Lebaran. Jika tidak diawasi, hal ini bisa mengancam kesehatan,” ujar dr. Niken, Kamis (12/3/2026).
Risiko Pembengkakan Lambung hingga Sakit Jantung
Menurut dr. Niken, mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara langsung dapat memicu reaksi negatif pada organ pencernaan, khususnya lambung. Hal ini berisiko menyebabkan mual, muntah, hingga perubahan tingkat keasaman lambung yang memicu sakit maag atau GERD.
"Apabila makan berlebih dan tidak dicerna dengan baik, akan terjadi penumpukan lemak dalam tubuh dan aliran darah. Ini berisiko memunculkan gangguan kesehatan seperti dislipidemia hingga sakit jantung," jelas dokter asli Surabaya tersebut.
Ia menyarankan masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut sejak dini daripada harus menjalani pengobatan yang memakan waktu dan biaya besar.
Tips Menjaga Pola Makan Sehat Saat Lebaran
Untuk menjaga tubuh tetap bugar di tengah jamuan hari raya, dr. Niken membagikan empat langkah praktis yang perlu diperhatikan:
1. Cukupi Gizi Seimbang
Konsumsi makanan sesuai kebutuhan gizi harian yang meliputi protein, karbohidrat, dan kalori (gizi makro). "Jangan hanya makan yang berlemak saja, seimbangkan dengan sumber gizi lainnya," imbuhnya.
2. Batasi Lemak dan Kalori Berlebih
Kurangi makanan berlemak tinggi karena memicu kenaikan berat badan secara drastis (obesitas). Kelebihan kalori yang terus-menerus dapat memicu penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, kolesterol tinggi, hingga asam urat.
3. Prioritaskan Serat dari Sayur dan Buah
Makanan berserat tinggi sangat efektif untuk mencegah kenaikan berat badan. Mengonsumsi buah juga bisa menjadi opsi untuk meredam keinginan menyantap jajanan serta minuman yang terlalu manis.
4. Tetap Lakukan Aktivitas Fisik
Suasana Lebaran bukan alasan untuk berhenti bergerak. Olahraga membantu membakar kalori berlebih dan menjaga kebugaran tubuh.
“Sempatkan olahraga ringan setidaknya 30 menit di pagi atau sore hari meskipun sedang merayakan Lebaran. Ini penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil agar terhindar dari hipertensi,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



