Penting bagi Gen Alpha dan Beta, Ini Cara Mempercepat Koneksi Otak Anak Lewat Proses Mielinasi
Secara medis, rahasia kecepatan berpikir anak bertumpu pada sebuah proses biologis bernama mielinasi. Mielin sebagai lapisan pelindung serabut saraf yang bekerja layaknya infrastruktur jalan tol.
SURABAYA – Generasi Alpha dan Beta tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang terus mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.
Di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat, kemampuan untuk belajar berbagai hal, beradaptasi, dan menghubungkan informasi menjadi bekal penting bagi anak untuk menghadapi masa depan.
Melalui kampanye 'Semua Bisa Jadi Hebat', S-26, mengajak para orang tua melihat bahwa di balik setiap anak hebat, terdapat koneksi otak yang cepat.
"Koneksi ini berperan penting dalam mendukung proses belajar si kecil, menghubungkan berbagai informasi, dan mengembangkan potensi uniknya," ujar Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Vera Niki Gozali, Minggu (28/6/2026) di Surabaya.
"Karena itu, kami percaya setiap anak bisa jadi hebat melalui perjalanan belajarnya masing-masing.," imbuhnya
Secara medis, rahasia kecepatan berpikir anak bertumpu pada sebuah proses biologis bernama mielinasi.
Dr dr Dian Pratamastuti, Sp.A., yang hadir mengurai anatomi otak anak, mengibaratkan mielin sebagai lapisan pelindung serabut saraf yang bekerja layaknya infrastruktur jalan tol.
"Pada awal kehidupan, ketika otak anak berkembang sangat pesat dan aktif membentuk berbagai koneksi, mielinasi berperan penting dalam mendukung kemampuan motorik, bahasa, komunikasi, hingga kemampuan kognitif seperti fokus, daya ingat, dan pemecahan masalah," urai dr Dian gamblang.
Namun, jalan tol saraf ini tidak terbangun dengan sendirinya. dr Dian menekankan pentingnya pasokan gizi spesifik tingkat lanjut. Di antaranya kombinasi nutrisi seperti sphingomyelin, fosfolipid, alfa-laktalbumin, AA, dan DHA.
"Zat-zat gizi mikro tersebut harus berkelindan mesra dengan stimulasi motorik lewat interaksi, permainan, dan petualangan langsung di dunia nyata agar tumbuh kembang anak berjalan optimal," urainya.
Dalam memfasilitasi hal itu, S-26 menghadirkan berbagai wahana interaktif eksploratif seperti Neuron Dance, Logic Lab, Neuron Express, dan Vision Pod.
Wahana-wahana tersebut dirancang khusus untuk memantik keaktifan fungsi-fungsi sensorik maupun motorik anak.
Menatap Gelombang Otak Lewat Teknologi EEG
Satu perangkat yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer.
Berbentuk ikat kepala (headband) futuristik yang dikembangkan oleh tim ahli neurokognitif MyndPlay asal Inggris, alat berbasis Electroencephalography (EEG) ini mampu memetakan gelombang otak anak secara langsung (real-time).
Konsep perkembangan otak yang selama ini terasa abstrak kini bisa dipahami secara nyata, interaktif, dan berkesan.
Syafira Devani, salah satu ibu muda asal Surabaya yang mengantre di lokasi, tak bisa menyembunyikan kekagumannya saat melihat grafik gelombang otak buah hatinya mendadak bergejolak aktif saat menyelesaikan tantangan di area Logic Lab.
"Acara ini memberikan pengalaman yang sangat menarik bagi saya dan keluarga. Paling berkesan adalah S-26 Exceptional Brain Visualizer. Melalui teknologi ini, saya bisa melihat bagaimana berbagai aktivitas yang dilakukan anak ternyata mengaktifkan area-area tertentu di otaknya," ungkap Syafira.
Pengalaman ini membuatnya kian sadar bahwa pemberian stimulasi yang beragam dan konsisten di rumah adalah kunci agar potensi anak melejit optimal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

