Tips Puasa Ramadan Tanpa Rasa Lapar dan Haus
Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan berarti harus loyo dan tidak bertenaga. Banyak orang mengeluh rasa lapar dan haus datang lebih awal sebelum waktu berbuka tiba. Padahal, dengan trik yang tepat, tubuh bisa tetap fit dan produktif sepanjang hari.
Lamongan – Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan berarti harus loyo dan tidak bertenaga. Banyak orang mengeluh rasa lapar dan haus datang lebih awal sebelum waktu berbuka tiba. Padahal, dengan trik yang tepat, tubuh bisa tetap fit dan produktif sepanjang hari.
Dokter Umum RSUD dr Soegiri Lamongan, dr. Muhammad Aulia Rahman, membagikan rahasia agar puasa tetap nyaman. Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi soal bagaimana menjaga tubuh tetap sehat dan bertenaga.
"Sahur adalah kunci utama agar tubuh punya cadangan energi yang lebih lama," ujar dr. Ahman, sapaan akrabnya.
Ingin tahu bagaimana caranya agar tidak gampang keroncongan saat berpuasa? Simak 5 tips jitu dari dr. Ahman berikut ini :
1. Jangan Pernah Skip Sahur!
Sahur adalah fondasi kekuatan fisik selama belasan jam ke depan. Namun, jenis makanannya pun harus diperhatikan. dr. Ahman menyarankan untuk memperbanyak karbohidrat kompleks.
• Pilihan menu: Nasi merah, oatmeal, atau roti gandum.
• Manfaat: Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.
2. Penuhi Kuota Cairan Tubuh
Sering merasa lapar di siang hari? Bisa jadi itu sebenarnya adalah sinyal haus. dr. Ahman mengingatkan pentingnya minum air putih yang cukup, baik saat sahur maupun berbuka.
"Tubuh yang kurang cairan sering disalahartikan otak sebagai rasa lapar. Jadi, pastikan hidrasi terjaga," tuturnya.
3. Batasi yang Manis-manis
Berbuka dengan yang manis memang nikmat, tapi jangan berlebihan. Makanan atau minuman yang terlalu manis secara berlebihan memang memberikan lonjakan energi instan, namun energinya juga cepat merosot tajam (sugar crash). Dampaknya? Rasa lapar akan datang lebih cepat dari biasanya.
4. Tetap Aktif, Tapi Tahu Batas
Puasa bukan alasan untuk tidur seharian. Lakukan aktivitas ringan seperti jalan santai atau stretching agar aliran darah tetap lancar. Hindari aktivitas fisik yang terlalu berat karena justru akan menguras energi dan membuat Anda cepat merasa haus serta lelah.
5. Atur Jam Tidur (Rest Management)
Sering disepelekan, ternyata kurang tidur bisa mengacaukan hormon pengatur rasa lapar dalam tubuh. dr. Ahman menyarankan untuk tetap mengelola waktu istirahat dengan baik agar hormon tetap seimbang dan nafsu makan lebih terkendali.
Dengan pola makan yang tepat saat sahur, asupan cairan yang cukup, serta istirahat yang berkualitas, puasa bukan lagi beban. Anda tetap bisa produktif dan nyaman beraktivitas di bawah terik matahari sekalipun.
"Intinya pada pola hidup yang seimbang. Jika diterapkan, puasa Ramadhan akan terasa lebih ringan," ucap dr. Ahman, Dokter Umum RSUD dr Soegiri Lamongan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




