Maharva Clinic Surabaya Jadi Klinik Pertama di Indonesia Adopsi Teknologi XERF
Maharva Clinic Surabaya menjadi klinik pertama di Indonesia yang mengadopsi XERF by Cynosure Lutronic, teknologi pengencang kulit (RF) terbaru berbasis sains.
Surabaya – Lanskap industri estetika medis Indonesia kembali mencatatkan pembaruan signifikan dengan hadirnya teknologi pengencangan kulit (skin tightening) generasi terbaru, XERF by Cynosure Lutronic. Teknologi asal Korea Selatan yang telah mengantongi izin FDA (Food and Drug Administration) ini resmi diperkenalkan pertama kali di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara idsMED Aesthetics Indonesia selaku distributor dengan Maharva Clinic di Surabaya.
Langkah ini menempatkan Maharva Clinic sebagai fasilitas kesehatan pertama di Tanah Air yang mengadopsi teknologi multi-frequency monopolar RF tersebut. Peresmian penggunaan teknologi ini ditandai dengan seremoni pemotongan pita oleh pemilik Maharva Clinic, dr. Aji Bayu Chandra, M.Biomed, bersama jajaran manajemen idsMED Aesthetics Indonesia, Minggu (15/2/2026).
Kehadiran XERF dinilai sebagai respons terhadap tingginya permintaan pasar domestik akan prosedur peremajaan kulit yang bersifat non-invasif namun tetap efektif. Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia, Andy Rahardja, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk meningkatkan standar layanan klinis di Indonesia.
"Indonesia merupakan pasar estetika yang berkembang pesat, terutama di segmen non-invasive treatments dan skin tightening," ujar Andy.
Ia menambahkan, kehadiran XERF by Cynosure Lutronic adalah bagian dari visi strategis perusahaan untuk menghadirkan teknologi global yang relevan dengan kebutuhan pasar lokal. "Kami bangga berkolaborasi dengan Maharva Clinic sebagai mitra strategis dalam meningkatkan standar layanan estetika berbasis sains," imbuhnya.
Di tengah maraknya alat Radio Frequency (RF) di pasaran, XERF menawarkan pendekatan teknis yang berbeda. Alat ini diklaim sebagai teknologi monopolar RF pertama di dunia yang menggabungkan dua gelombang frekuensi sekaligus, yakni 6.78 MHz dan 2 MHz.
Head of Aesthetics idsMED Indonesia, Marisa Theresia, menjelaskan bahwa kombinasi frekuensi ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan teknologi terdahulu.
"XERF menghadirkan diferensiasi melalui teknologi radiofrekuensi generasi terbaru yang memungkinkan distribusi energi lebih presisi, efektif, namun tetap nyaman bagi pasien," papar Marisa. Secara klinis, teknologi ini diposisikan sebagai solusi premium dengan hasil terukur dan waktu pemulihan (downtime) yang minim.
Sementara itu, dr. Aji Bayu Chandra menekankan bahwa keputusan Maharva Clinic mengadopsi teknologi baru selalu berbasis pada bukti medis (science-based).
"Kami memilih XERF karena selaras dengan filosofi Maharva Clinic dalam menghadirkan teknologi yang aman, teruji, dan memberikan manfaat nyata bagi pasien," tegas dr. Aji.
Ia optimistis kehadiran alat ini akan memperluas opsi perawatan pengencangan kulit bagi pasien di Indonesia tanpa harus melalui prosedur bedah. Kolaborasi ini diharapkan menjadi tolok ukur (benchmark) baru dalam ekosistem estetika nasional yang mempertemukan inovasi global dengan keahlian klinis lokal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




