Ekonomi

Kreativitas Mahasiswa Blitar, Ciptakan Abon Belimbing dari Buah Sortiran

Jumat, 08 Desember 2023 - 06:03
Kreativitas Mahasiswa Blitar, Ciptakan Abon Belimbing dari Buah Sortiran Dysta Widianwari saat memegang produk Abon Belimbing di bazar Unisba Blitar (FOTO: Dok/Kurangga Seta)

TIMES JATIM, BLITAR – Belimbing menjadi salah satu komoditas utama yang ada di Kota Blitar. Berbeda dari biasanya, dimana masyarakat hanya akan mengonsumsi buah dari tanaman belimbing, namun kini masyarakat dapat menikmati olahan belimbing dengan cara yang berbeda melalui makanan yang digemari masyarakat, yakni abon.

Abon buah belimbing ini lahir lewat empat mahasiswa Agribisnis Unisba Blitar yang pandai dalam melihat peluang. Mereka ialah Kurangga Seta, Dysta Widianwari, Bima Ariya Dermawan, serta Titis Wijiawati. 

Kurangga Seta mengungkapkan alasannya memilih buah belimbing untuk dijadikan bahan utama setelah melihat banyaknya potensi buah belimbing yang ada di sekitarnya. Terlebih belimbing sortiran yang biasanya hanya terbuang sia-sia. 

"Kami memiliki sebuah pemikiran untuk memanfaatkan buah belimbing yang jatuh tidak dapat dijual menjadi sebuah olahan makanan yang cukup populer yaitu dengan menginovasi belimbing menjadi sebuah abon," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Kamis (7/12/2023).

Ia menyampaikan belimbing yang digunakan dalam bahan baku ini berasal dari petani di Kota Blitar. Hal ini mereka lakukan sebagai upaya untuk membantu perekonomian petani belimbing di sekitarnya.

Kurangga menuturkan, untuk produksinya ini harus melewati beberapa langkah yang diawali dengan pembersihan buah belimbing untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Selanjutnya, belimbing yang telah bersih tersebut dihancurkan menggunakan parutan atau gilingan. Ini bertujuan untuk mempermudah dalam mengambil ampas belimbing tersebut.

Setelah itu, ampas buah belimbing tadi akan dikukus selama kurang lebih 10 menit dan ditiriskan. Kukusan ampas belimbing tersebut diberi bumbu khusus untuk memberikan rasa pada abon ini. Proses selanjutnya ialah penggorengan hingga berubah warna menjadi kecoklatan. Tak berhenti sampai disitu, abon belimbing yang telah jadi harus dimasukkan kedalam spinner untuk meminimalisir minyak dari hasil penggorengan sebelum bisa dinikmati. 

Untuk sekali produksi Abon Belimbing ini, Kurangga bersama rekan-rekan hanya membutuhkan waktu sehari saja. Perihal pemasarannya, ia menuturkan dirinya telah mulai mengenalkan Abon Belimbing ini lewat bazar-bazar UMKM baik itu di dalam ataupun di luar kampus.

"Kalau pemasarannya sementara masih melalui event bazar UMKM didalam maupun di luar kampus," jelasnya.

Saat ditanya terkait cara pemesanan, mahasiswa berpostur tubuh tinggi ini menerapkan pemesanan melalui WhatsApp. Sebab ia akan meproduksi saat itu juga untuk tetap menjaga kualitas abon. 

"Kalo yang pemesanan lewat WA biasanya langsung kita buatkan langsung biar fresh barangnya karna barang kita kan enggak tahan lama, maksimal hanya bertahan 1 sampai 2 minggu," ungkapnya. (*)

Pewarta : Dwi Lailatus Saadah (MG)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.