Menkop: 28 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Sedang Dibangun, 63 di Banyuwangi
TIMES Jatim/Menkop RI, Ferry Juliantono, saat sambutan peresmian KKMP Tukang Kayu, Banyuwangi. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

Menkop: 28 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Sedang Dibangun, 63 di Banyuwangi

Sebanyak 28 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sedang dalam proses pembangunan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 63 titik berada di Kabupaten Banyuwangi.

TIMES Jatim,Selasa 9 Desember 2025, 19:46 WIB
20K
M
Muhamad Ikromil Aufa

BANYUWANGIMenteri Koperasi Republik Indonesia (Menkop RI) Ferry Juliantono mengungkapkan, sebanyak 28 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sedang dalam proses pembangunan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 63 di antaranya berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur..

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat meresmikan KKMP Tukang Kayu di Banyuwangi, Selasa (9/12/2025). Menurut Ferry, Bumi Blambangan menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pengembangan koperasi desa berbasis kemandirian ekonomi dan penguatan UMKM.

“Sudah ada 63 titik yang sedang dibangun di Kabupaten Banyuwangi. Per hari ini pula ada sekitar 28 ribu titik yang sedang dibangun koperasi desa,” kata Ferry.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, puluhan ribu KDMP yang tersebar di Indonesia, diperkirakan rampung pembangunannya dan mulai beroperasi perkiraan Maret hingga April 2026, sesuai target Presiden Prabowo Subianto.

Ferry berharap, hadirnya KDMP yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo itu, bisa menjadi tempat dan ajang tumbuhnya kesejahteraan masyarakat.

“KDMP ini bagaimana desa atau kelurahan tidak hanya menjadi objek, tapi juga jadi subjek atau pelaku ekonomi, sehingga masyarakat juga bisa akses permodalan di koperasi ini,” ujar menteri yang dilantik 08 September 2025 itu.

Ferry menjelaskan bahwa pembangunan koperasi tidak hanya fokus pada bangunan fisik seperti gudang, gerai sembako, hingga klinik, tetapi juga pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sistem digitalisasi.

Kementerian Koperasi kini menggandeng Kejaksaan Agung melalui aplikasi Jaga Desa untuk memperkuat pengawasan dan mitigasi risiko koperasi.

“Setelah fisik dan SDM selesai, digitalisasi juga harus siap. Dengan integrasi Jaga Desa, pengawasan koperasi desa bisa berjalan lebih modern dan akuntabel,” kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry menegaskan bahwa ketika akses permodalan tersedia, badan usaha diperkuat, dan ekosistem bisnis dibuat adil, masyarakat desa mampu bersaing dan tumbuh bersama.

“Insya Allah akan menjadikan kita menjadi berkembang, tumbuh dan sejahtera bersama,” tuturnya.

Dengan progres cepat, kesiapan SDM, serta dukungan digitalisasi, Banyuwangi dinilai layak menjadi model penerapan Koperasi Desa Merah Putih secara nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Muhamad Ikromil Aufa
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.