Mencicipi Olahan Jamur Kuping ala Dwi Sari Utami dari Magetan
TIMES Jatim/Dwi Sari Utami mengenalkan produk olahan keripik jamur kuping binaan UMARA. (FOTO: Masita for TIMES Indonesia)

Mencicipi Olahan Jamur Kuping ala Dwi Sari Utami dari Magetan

Di Kabupaten Magetan terdapat olahan jamur kuping yang dikelola oleh Dwi Sari Utami. Produk olahannya berupa keripik yang memiliki cita rasa berbeda dari biasanya.  ... ...

TIMES Jatim,Jumat 14 Juli 2023, 15:22 WIB
12.5K
A
Aditya Candra

MAGETANDi Kabupaten Magetan terdapat olahan jamur kuping yang dikelola oleh Dwi Sari Utami. Produk olahannya berupa keripik yang memiliki cita rasa berbeda dari biasanya. 

Kebanyakan jamur kuping kerap digunakan untuk membuat sup atau tumisan. Tekstur jamur kuping yang renyah dan rasanya ringan sehingga cocok dikombinasikan dengan beragam bahan.

article

Berawal dari profesi sang suami yang seorang pembudidaya jamur kuping membuat perempuan berusia 34 tahun ini berpikir keras ingin menjadikan suatu produk yang belum ada. Maka ia memutuskan membuat varian baru. 

Meski belajar secara otodidak, melalui proses trial and error yang cukup lama, hingga akhirnya didapatkan proses produksi yang sederhana namun tetap berpedoman pada cara produksi olahan makanan yang baik.

"Ide saya muncul setelah masuk UMKM lalu ikut pelatihan, tapi waktu itu pelatihannya bukan tentang keripik," kata Dwi, Jumat (14/7/2023). 

article
Proses pembuatan keripik jamur kuping. (FOTO: Masita for TIMES Indonesia)

Dwi mengungkapkan, proses pembuatannya cukup mudah. Pertama-tama jamur kuping yang kering direndam dulu dengan air biasa sampai empuk. Setelah itu tiriskan lalu diberi bumbu marinasi dan biarkan selama kurang lebih 1 jam. 

Setelah dirasa bumbu sudah meresap, dimasukkan kedalam tepung bumbu lalu digoreng hingga tingkat kekeringannya 90 persen, angkat, tiriskan dan dinginkan. Setelah itu goreng lagi hingga kering.

Proses dua kali goreng inilah yang menurut Dwi menjadikan kripiknya renyah. Pun tidak banyak minyak yang menempel, padahal tanpa di-spinner.

"Untuk pemasaran saat ini meliputi se-Karesidenan Madiun, dipasarkan secara offline dan online melalui jejaring WhatsApp," terang Dwi. 

Selain itu, dirinya mengatakan, jika produknya belum merambah ke marketplace lantaran terkendala waktu dan tenaga yang belum bisa berbagi untuk menangani secara khusus.  

"Yang jelas produk saya sudah masuk produk unggulan Magetan dan bisa didapatkan di Rumah Produksi Magetan, salah satu tempat menjual produk-produk unggulan UMKM Magetan fasilitas dari Pemkab Magetan," jelasnya.

Sebagai informasi, keripik jamur kuping milik Dwi Sari Utami, warga RT 03/RW 01 Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan ini dijual Rp18 ribu per bungkus dan masih termasuk binaan komunitas UMKM Maju Sejahtera (Umara). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Aditya Candra
|
Editor:Tim Redaksi