TIMES JATIM, JOMBANG – Panitia lokal siap menyambut ribuan peserta Napak Tilas dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU secara hijriyah yang bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H. Agenda yang sarat nilai sejarah ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua PCNU Jombang sekaligus Ketua Koordinator Napak Tilas wilayah Jombang, KH Haris Munawir atau Gus Haris, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda resmi PBNU, PWNU, maupun PCNU. Meski demikian, PCNU Jombang diminta membantu proses persiapan dan penyambutan peserta.
“PCNU Jombang bertugas menyambut sekitar seribu peserta yang terdaftar secara resmi. Mereka diperkirakan tiba di Jombang sekitar pukul 19.15 WIB dan akan transit di Pendopo Kabupaten Jombang sebelum diberangkatkan bersama menuju Tebuireng,” ujar Gus Haris usai rapat persiapan di rumah makan Zam-zam di Kecamatan Diwek, Jumat (2/1/2026).
Gus Haris menyebutkan, kesiapan teknis di wilayah Jombang telah mencapai sekitar 99 persen. Panitia telah menyiapkan konsumsi, ribuan botol air minum, serta dukungan pengamanan.
Koordinasi pengamanan dilakukan bersama Polres Jombang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta didukung Banser, Pagar Nusa, dan Lembaga Kesehatan NU. Sejumlah pos kesehatan dan ambulans juga disiagakan di sepanjang rute perjalanan. Terkait lalu lintas, panitia memastikan tidak akan ada penutupan jalan secara total.
“Penggunaan badan jalan hanya sebagian dan akan dikawal Banser agar tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya,” jelasnya.
Jumlah peserta resmi Napak Tilas tercatat sekitar seribu orang dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur. Selain itu, diperkirakan ribuan peserta nonterdaftar juga akan turut bergabung di sepanjang rute perjalanan.
“Melalui Napak Tilas ini, kami berharap warga NU semakin memahami jerih payah para muassis dalam mendirikan NU, sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan khidmah,” pungkas Gus Haris.
Perlu diketahui, Para dzurriyah atau keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) akan menggelar kegiatan Napak Tilas dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU secara hijriyah yang bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H. Agenda yang sarat nilai sejarah ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026.
Napak Tilas tersebut dirancang mengikuti jejak perjalanan spiritual dan historis para muassis NU. Rombongan akan memulai perjalanan dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, Demangan, Bangkalan, Madura, menuju Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Perjalanan Napak Tilas akan menempuh berbagai moda transportasi, mulai dari penyeberangan laut Selat Madura menggunakan kapal, hingga jalur darat dengan kereta api. Pada beberapa titik tertentu, peserta juga akan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebagai simbol keteladanan dan perjuangan para pendiri NU.
Kegiatan ini digagas langsung oleh para dzurriyah muassis NU. Salah satunya adalah cicit Syaikhona Kholil, KH Ali Kholil, yang juga menjabat Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Timur, bersama para dzurriyah lainnya dari Bangkalan, Tebuireng, dan Situbondo.
Napak Tilas ini bertujuan mengajak warga NU untuk mengenang kembali perjuangan para pendiri NU, merawat memori sejarah, serta meneguhkan khidmah jam’iyyah NU bagi umat, bangsa, dan negara.
Prosesi puncak Napak Tilas ditandai dengan penyerahan simbol sejarah berupa tongkat dan tasbih. Simbol tersebut diserahkan oleh perwakilan cicit Syaikhona Kholil, KH Fachruyddin Aschol, kepada KH Azaim Ibrohimi, cucu Kiai As’ad Samsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo.
Selanjutnya, tongkat dan tasbih tersebut akan dibawa menuju Tebuireng untuk diserahkan kepada KH Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi, cucu Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.
Rombongan Napak Tilas dijadwalkan berangkat dari Bangkalan pada pukul 06.00 WIB dan diperkirakan tiba di Tebuireng sekitar pukul 21.00 WIB. Dari Demangan, rombongan menuju Pelabuhan Kamal untuk menyeberang ke Pelabuhan Ujung, Surabaya. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Sunan Ampel sebelum bertolak menggunakan kereta api dari Stasiun Gubeng menuju Stasiun Jombang.
Setibanya di Jombang, peserta Napak Tilas akan disambut warga NU setempat. Peserta lokal dijadwalkan berkumpul di Alun-alun Jombang pada pukul 17.00 WIB dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh enam kilometer menuju Pondok Pesantren Tebuireng yang berada di Kecamatan Diwek. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Panitia Lokal Siap Sambut Ribuan Peserta Napak Tilas Dzurruyah Pendiri NU di Tebuireng
| Pewarta | : Rohmadi |
| Editor | : Deasy Mayasari |