TIMES JATIM, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan hingga kini belum ditemukan kasus infeksi Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di wilayahnya.
Kepastian ini disampaikan menyusul laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait penyebaran super flu di delapan provinsi di Indonesia, dengan kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, hingga Minggu (4/1/2026) kemarin belum ada laporan baik suspek maupun kasus terkonfirmasi super flu di Kota Malang. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tenaga medis.
“Sampai saat ini masih belum aca laporan suspek atau konfirmasi gejala super flu di Kota Malang,” ujar Husnul, Senin (5/1/2026).
Menurut Husnul, Dinkes Kota Malang masih menunggu petunjuk teknis dan arahan resmi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur. Namun, tenaga kesehatan di puskesmas dan posyandu telah diimbau untuk melakukan deteksi dini apabila menemukan warga dengan gejala yang mengarah pada super flu, sebelum dirujuk ke rumah sakit.
“Kami menunggu petunjuk dan mengilbau teman teman medis melapor jika ada temuan agar bisa segera dirujuk,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kesiapan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Kota Malang telah terbangun berkat pengalaman menghadapi pandemi Covid-19. Puskesmas dan RSUD Kota Malang disebut siap menangani pasien, termasuk melalui koordinasi dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) jika dibutuhkan pemeriksaan dan perawatan lanjutan.
“Kita sudah belajar dari Pandemi Covid-19, maka teman teman media sudah memiliki banyak pengalaman dalam penanganan,” tegasnya.
Husnul menjelaskan, gejala super flu secara umum mirip dengan influenza biasa, namun dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Virus ini merupakan hasil mutasi dari H3 menjadi H3N2, yang dapat memicu gejala flu dengan derajat lebih berat.
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian.
“Masyarakat kami minta tidak panik, namun tetap waspada dengan menjaga kesehatan dan mengonsumsi makanan bergizi,” ucapnya.(*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |