Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Dikdis) Kabupaten Tuban jumlah Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah negeri di wilayah setempat mencapai 2804 pengajar.
TUBAN – Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Dikdis) Kabupaten Tuban jumlah Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah negeri di wilayah setempat mencapai 2804 pengajar.
Banyaknya jumlah GTT itu ternyata sangat berbeda jauh dengan jumlah kuota lowongan CPNS tenaga pendidik di Kabupaten Tuban 2019 yang hanya mendapatkan jatah sebanyak 106.
"Dari total 6000 lebih guru sekolah negeri di Kabupaten Tuban, sebanyak 2804 masih berstatus GTT," jelas Kepala Disdik Tuban, Nur Khamid, Senin, (25/11/2019).
Nur Khamid menyayangkan karena perbandingan tingginya angka kebutuhan dan lowongan guru di Tuban sangat jauh sekali. "Jumlah lowongan CPNS tenaga pendidik sangat kecil sekali jika dibandingkan jumlah GTT kita, tentu ini kita sayangkan sekali," sambungnya.
Nur Khamid menyampaikan, pihaknya mengharapkan semua GTT bisa bisa diangkat menjadi ASN atau PNS. Alasannya, kesejahteraan GTT perlu diperhatikan agar pendidikan di Indonesia semakin membaik.
"Kalau guru-guru sudah sejahtera, tentu itu juga akan membawa dampak yang positif bagi dunia pendidikan," bebernya.
Terkait kesejahteraan GTT, Disdik Tuban sudah berupaya maksimal untuk memberikan gaji yang pantas. GTT di Tuban yang sudah K2 menerima gaji Rp 1 juta/bulan. Sementara non K2 menerima gaji Rp 700 ribu/bulan.
"Selama satu tahun, anggaran gaji kita untuk jasa GTT/PTT di Tuban sampai 18,6 miliar rupiah dari APBD. Itu belum termasuk anggaran dari BOS Nasional," bebernya.
Nur Khamid berharap, lowongan CPNS untuk Tanaga pendidik ke depan semakin diperbanyak sehingga GTT yang jumlahnya masih banyak ini bisa segera menjadi ASN atau PNS.
Sebagai informasi, sesuai dengan keputusan KemenPAN-RB, Kabupaten Tuban mendapat kuota formasi CPNS 2019 sebanyak 349 lowongan. Jumlah kuota itu dibagi menjadi tiga formasi, di antaranya tenaga pendidikan 106, tenaga kesehatan 178, dan tenaga teknis 65. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




