Sampah Banjir Kota Banyuwangi Didominasi Dahan Kayu dan Bambu
Banjir yang melanda Banyuwangi Kota pekan ini membuat banyaknya sampah yang didominasi dahan kayu dan bambu tertinggal. ... ... ...
BANYUWANGI – Banjir yang melanda Banyuwangi Kota pekan ini membuat banyaknya sampah yang didominasi dahan kayu dan bambu tertinggal.
Karena memang, golongan sampah itu lah yang menjadi penyebab utama tersumbatnya jembatan yang berada di Lingkungan Sutri, Jalan Ikan Layur Gang Paras Indah II, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, Jawa Timur.
Alhasil, karena aliran sungai terhambat sampah, air meluber dan menggenang hampir keseluruhan tempat tinggal masyarakat yang berada di bantaran sungai.
Maka tentu saja, pascabanjir surut, rumah penduduk dan jalanan dipenuhi oleh tumpukan sampah yang terseret aliran sungai.
Dahan kayu dan bambu, serta sampah plastik dan kain hampir menutupi kawasan padat penduduk itu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan, sampah didominasi rumpun bambu dan dahan kayu.
Dengan penuh upaya, sampah dikumpulkan satu persatu lalu kemudian diantarkan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Sampah bambu dan dahan kayu dampak banjir di Lingkungan Sutri, Sobo, Banyuwangi. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
"Sampah dibuang di TPA Bulusan," katanya pada TIMES indonesia, Jumat, (21/10/2022).
Dwi Handayani menyebut, dalam penanganan pembersihan sampah pascabanjir, pihaknya telah mengirimkan 36 armada truk sampah.
"Pada hari Selasa kami mengirim 28 truk, Rabu 5 truk dan Kamis 3 truk," urainya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Ilzam Nuzuli, memaparkan, total sudah hampir 50 kali truk Dinas Lingkungan Hidup hilir mudik mengangkut sampah di Lingkungan Sutri.
"Dari data DLH total sudah ada 48 kali truk bolak-balik ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) warga terdampak banjir untuk mengangkuti material sampah sisa banjir," paparnya.
Hasil pantauan dari TIMES Indonesia, proses pembersihan sudah hampir selesai.
Meskipun pembersihan masih berlangsung, akan tetapi tidak seintens seperti dua hingga tiga hari lalu.
Rata-rata sampah yang ada di lingkungan Sutri adalah rumpun bambu dan kayu, selain itu juga sampah plastik dan kain.
Sampah itu menjadi pemicu sumbatan di jembatan yang mengakibatkan aliran sungai tidak lancar sehingga meluap ke pemukiman rumah penduduk.
"Paling banyak adalah bambu, kemarin di wilayah atas, bambu yang berada di pinggir aliran sungai ambrol dan ikut aliran air," imbuhnya.
Sebagai informasi, adapun jumlah warga terdampak banjir meliputi 65 KK di Lingkungan Sutri terdampak, 303 KK di Lingkungan Rowo terendam dan 104 KK di Perumahan Pesona Alam.
Banjir paling parah terpusat di Lingkungan Sutri, Kelurahan Sobo.
Jembatan di aliran sungai Kali Sobo tersumbat tumpukan sampah dari rumpun bambu hingga meluber ke pemukiman warga di bantaran sungai.
Khusus di lingkungan Sutri, terdapat 11 rumah warga yang mengalami kerusakan.
Empat dinantaranya mengalami rusak berat, sehingga perlu ada intervensi untuk perbaikan rumah yang mengalami kerusakan.
Diketahui, untuk mengatasi dokumen warga yang terdampak banjir, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banyuwangi, membuka pelayanan administasi kependudukan (Adminduk) di lokasi terdampak bencana pada Kamis (20/10/2022) malam.
Dengan pelayanan jemput bola dilakukan untuk membantu warga warga mendapatkan kembali dokumen penting seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran yang rusak atau hilang akibat terendam banjir. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




