Banjir Surut, Pengungsi Korban Banjir di Kabupaten Blitar Pulang dari Pengusngsian ... ...
BLITAR – Sejumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Blitar telah meninggalkan posko bencana di Kelurahan Sutojayan, Rabu (19/10/2022). Hal itu dilakukan seiring telah surutnya banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sutojayan dalam dua hari terakhir.
Pantauan TIMES Indonesia di posko, terlihat peralatan tidur pengungsi kini telah dirapikan. Begitu juga ruangannya pun telah dibersihkan.
Ivong Bettryanto Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar menyebutkan, saat banjir terjadi pada Senin (17/10/2022) malam, jumlah total warga yang mengungsi adalah 465 orang. Kemudian pada Selasa (18/10/2022) hanya tersisa 30-50 orang. Hari ini semua pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
"Mereka kembali ke rumah untuk bersih bersih. Karena banjir sudah surut sama sekali. Alhamdulillah cuaca hari ini cerah. Dan genangan sudah tidak ada lagi," katanya.
Ivong mengatakan, banjir surut sejak Selasa (18/10/2022) sore. Meskipun pada Selasa kemarin hujan terus mengguyur Kecamatan Sutojayan dan sekitarnya. Ketika hujan reda pada Selasa sore petugas bersama relawan bahu membahu membersihkan lingkungan warga.
"Meskipun tidak ada genangan. Kami tetap siaga karena cuaca masih berpotensi turun hujan. Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada," tambahnya.
BPBD tetap menyiagakan posko bencana di Kelurahan Sutojayan. Langkah langkah yang dilakukan oleh tim penanggulangan bencana BPBD TNI polri untuk hari ini yakni melakukan pembersihan lumpur di beberapa lokasi, Pembenahan gorong gorong dan juga pembenahan tanggul yang jebol.

"Kemarin kami menyampaikan perbaikan sementara tanggul di Bacem mulai jam 7 malam selesai jam 2 pagi. Kemudian kita lanjutkan membenahi tanggul yang sifatnya darurat saja ya," kata Ivong.
Ivong menegaskan, langkah langkah yang dilakukan petugas hari ini adalah penanganan fisik terdampak banjir. supaya nanti ketika cuaca hujan, bisa meminimalkan potensi bencana.
"Distribusi logistik untuk warga terdampak sampai sekarang masih terus dilakukan," ujarnya.
Sebagai informasi, hujan terus menerus sejak Minggu (16/10/2022) mengakibatkan 1179 unit rumah terdampak banjir di lima kecamatan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ribuan rumah tersebut terendam banjir yang terjadi sejak Senin (17/10/2022) dini hari.
Lima kecamatan itu meliputi Kecamatan Sutojayan, Panggungrejo, Binangun, Wonotirto, dan Wates. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Blitar, Kecamatan Sutojayan adalah wilayah paling banyak korban terdampak yakni 1.094 KK. Kemudian 49 KK di Kecamatan Panggungrejo, 17 KK terdampak di Kecamatan Wates dan 20 KK di Kecamatan Binangun. Sedangkan, di kecamatan Wonotirto, banjir menerjang pasar Desa Ngeni. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




