Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Hunian Sementara bagi Korban Banjir Kalibaru
TIMES Jatim/Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, meninjau daerah dengan dampak banjir paling parah, yakni Desa Kalibaru Wetan. (Foto: Laila Yasmin/TIMES Indonesia)

Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Hunian Sementara bagi Korban Banjir Kalibaru

Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir tak dapat terelakkan. ... ...

TIMES Jatim,Jumat 4 November 2022, 20:15 WIB
29.2K
L
Laila Yasmin

BANYUWANGICurah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir tak dapat terelakkan.

Hal itu melanda sejumlah desa di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Didapati bahwa air menggenang permukiman warga hingga tinggi mencapai 388 mm.

Bencana tersebut ditengarai oleh saluran sungai tidak lagi mampu untuk menampung debit air yang sangat besar.

Terdapat enam desa yang dilanda banjir pada Kamis (3/11/2022) malam.

article

Enam desa tersebut adalah Kajarharjo, Kalibaru Kulon, Kalibaru Manis, Banyuanyar, Kebunrejo, dan Kalibaru Wetan.

Dari enam desa tersebut, Desa Kalibaru Wetan merupakan wilayah dengan dampak yang cukup parah. 

Berdasarkan data sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, di Kalibaru Wetan banjir mengakibatkan 35 rumah rusak berat, 13 rusak sedang, 13 rusak ringan, serta kendaraan dan hewan ternak ikut hanyut terbawa derasnya arus banjir.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Selain itu banjir juga menyebabkan dua jembatan putus di Dusun Krajan, Desa Kajarharjo. 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengecek langsung lokasi banjir dan bertemu dengan warga terdampak.

Ia pun menyampaikan akan menambah jalur baru saluran sungai di kawasan tersebut untuk menanggulangi hal serupa terjadi di kemudian hari.

Namun Ipuk menegaskan untuk saat ini, keselamatan dan kesehatan warga terdampak menjadi hal yang paling penting.

“Puskesmas dan tim kesehatan dihadirkan periksa kondisi warga. Paralel kita fokus pembersihan puing-puing dan sampah. Petugas bersama relawan dan warga kerja bakti untuk membersihkan lingkungan,” kata Bupati Ipuk, saat meninjau Desa Kalibaru Wetan yang mengalami banjir paling parah, Jumat (4/11/2022).

Pantauan di lapangan, untuk membersihkan puing-puing pascabanjir, nampak alat berat telah ditempatkan di lokasi.

Truk-truk sampah mulai stand by untuk mengangkut sampah yang terbawa oleh ganasnya arus banjir,

article

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi juga telah menyalurkan bantuan yang dibutuhkan oleh warga.

Selain itu, posko bantuan dan dapur umum yang dipusatkan di Balai Desa Kalibaru Wetan telah didirikan.

"Pendataan masih terus berlangsung. Bagi warga yang rumahnya rusak berat kami siapkan tempat tinggal sementara di Hotel Margo Utomo," kata Ipuk.

Untuk langkah selanjutnya, masih Ipuk, agar kejadian tidak kembali terulang, Pemkab Banyuwangi bersama instansi terkait membuat mitigasi baru. 

"Kami bersama instansi terkait akan melakukan perencanaan mitigasi baru. Kami akan membuat jalur baru dari hulu agar tidak masuk ke sungai-sungai kecil yang ada di pemukiman warga," jelas Ipuk. 

Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo mengatakan, salah satu penyebab banjir tersebut karena curah hujan dengan intensitas tinggi mencapai 338 mm selama empat jam.

Ini membuat saluran air yang kecil tidak mampu menampung lonjakan debit air, sehingga air meluap ke pemukiman warga.

"Penanganan jangka pendek segera mengembalikan fungsi saluran yang rusak agar tidak mengganggu suplai air. Kami juga akan membuat afour saluran pembuangan perkebunan tebu diarahkan ke sungai besar agar aliran yang kecil ini tidak meluap lagi," kata Guntur.

Ditambahkan Plt Kepala Dinas PU Cipta Karya Danang Hartanto, selain melakukan pembersihan di lokasi banjir juga segera membenahi saluran-saluran yang buntu.

“Banyak material yang terbawa dari atas. Termasuk batang-batang pohon besar serta sampah-sampah, ini salah satu yang membuat aliran tidak lancar sehingga meluap,” jelas Danang.

Terkait jembatan yang putus, menurut Danang, akan segera dibangun jembatan sementara.

“Kami juga akan identifikasi semua bangunan yang ada di bantaran sungai. Kami petakan mana yang harus direlokasi dan yang masih dipertahankan," tambah Danang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Laila Yasmin
|
Editor:Tim Redaksi