TIMES JATIM, MALANG – Setiap lembaga punya jejak sejarahnya sendiri. Begitu pula DPRD Kabupaten Malang, yang kini tengah menyiapkan langkah penting: menetapkan Hari Jadi lembaga wakil rakyat ini.
Komisi III DPRD bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) tidak sekadar melakukan riset administratif. Mereka tengah menyelami akar sejarah, makna, hingga relevansi keberadaan DPRD bagi masyarakat Malang.
Abdul Qodir, anggota Komisi III yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan, menyebut bahwa Hari Jadi DPRD bukan hanya perayaan seremonial.
“Ini momentum historis, reflektif, edukatif, sekaligus legitimatif bagi penguatan demokrasi lokal,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Baginya, Hari Jadi DPRD akan berfungsi sebagai penanda perjalanan demokrasi daerah. Abdul Qodir menegaskan, peringatan tersebut bisa menjadi cermin atas capaian dan tantangan, sekaligus pengingat agar DPRD tetap berada di jalur akuntabilitas publik.
Menurutnya, Hari Jadi juga diyakini sebagai ruang edukasi politik. Melalui diskusi, seminar, hingga publikasi, masyarakat bisa terlibat lebih jauh memahami peran DPRD dalam tata kelola pemerintahan daerah.
“Ini bagian dari literasi politik, agar masyarakat tidak hanya jadi penonton, tapi turut aktif dalam proses demokrasi,” tambah Abdul Qodir.
Ia berharap perayaan hari jadi bukan semata formalitas, tetapi juga ajang memperkuat relasi antara DPRD dan masyarakat.
“Setiap tahun, peringatan ini harus dimaknai sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi lokal. Bukan sekadar acara, tapi sebuah refleksi bersama,” tutupnya. (*)
Pewarta | : Hainor Rahman |
Editor | : Hainorrahman |