Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Perairan Pulau Mandangin Sampang, Ini Ciri-cirinya
Warga Mandangin, Sampang, dikejutkan penemuan mayat membusuk mengapung di laut, Rabu (10/12/2025). Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tak dikenal usia 30–40 tahun. Mayat dibawa ke RSMZ untuk autopsi, penyebab kematian masih diselidiki.
SAMPANG – Warga kembali dikejutkan dengan adanya penemuan mayat dalam kondisi mengapung dengan tubuh sudah membusuk di perairan Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Rabu (10/12/2025).
Mendengar ada laporan masyarakat, Tim Search And Rescue (SAR) yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Polairud, Pamapta, PMI, dan Kepala Intalasi Gawat Darurat dan kamar jenazah Rumah Sakit dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang langsung melakukan evakuasi, pemeriksaan, dan penyelidikan.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin mengungkap, identitas korban hingga saat ini belum diketahui. Korban diperkirakan berusia antara 30 - 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 160 cm.
"Mayat ditemukan dalam kondisi membusuk dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari tujuh hari," ungkap Hozin, pada Rabu (10/12/2025).
Mayat tersebut, lanjut Hozin, ditemukan pertama kali oleh seorang pemancing ikan, sekira pukul 10.20 WIB. sekitar 3 mil timur laut dengan posisi: 07° 16' 500" S - 113° 17' 100" E. Kemudian melaporkannya ke pihaknya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim BPBD Sampang langsung melakukan koordinasi dengan Tim SAR.
Proses evakuasi berlangsung satu jam lamanya. Tepat pukul 11.50 WIB, mayat berhasil di evakuasi dan langsung dibawa ke RSMZ untuk dilakukan autopsi.
"Kami masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit. Penyebab kematian belum diketahui," terangnya.
Selang beberapa lama, Kasie Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo memberikan keterangan tentang jenis kelamin korban.
"Jenazah Mister X berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi bagian dada hancur, hanya tersisa tulang dan mengalami pembusukan parah, sehingga menyulitkan identifikasi maupun dugaan adanya tindak kekerasan," jelas Eko.
Hingga detik ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




