Dua Pasang Kebo Bule Diserahkan Keraton Solo untuk Ponorogo
Heri Sulistyo (paling kanan) sebagai petindih srati maeso Kraton Surakarta Hadiningrat (foto : Evita Mukharohmah/Times Indonesia)

Dua Pasang Kebo Bule Diserahkan Keraton Solo untuk Ponorogo

Kedatangan empat ekor kerbau dari Solo bukan sembarangan. Kebo bule itu merupakan pemberian dari Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) untuk Kabupaten Ponorogo.

TIMES Jatim,Sabtu 30 Oktober 2021, 09:51 WIB
34.9K
E
Evita Mukharomah

PONOROGOKedatangan empat ekor kerbau dari Solo bukan sembarangan. Kebo bule itu merupakan pemberian dari Keraton Kasunanan Surakarta (Keraton Solo) untuk Kabupaten Ponorogo.

Maeso (kerbau) bule itu terdiri dari dua ekor jantan dan dua ekor betina.  Kebo bule ini menjadi bukti sejarah kedekatan antara Ponorogo dengan Keraton Solo.  "Keempat kebo atau maeso sudah dibawa pulang dan bisa menjadi aset Ponorogo," kata Suro Agul-Agul atau Sunardi, Wakil Ketua Pakasa

Sunarso mengatakan kebo bule yang dibawa ke Ponorogo merupakan keturunan dari kebo kiai Slamet yang berasal dari Ponorogo.

article

Dulu, Sinuwun Pakubuwono II pernah mengungsi atau melarikan diri ke Ponorogo. Saat itu di keraton Solo terjadi geger Pecinan pada tahun 1740.

Saat kembali dan berhasil merebut keraton, Sinuwun Pakubuwono II diberi kebo bule kiai Slamet oleh pemimpin Ponorogo waktu itu. Empat kebo itu masing-masing memiliki nama yakni Kiai Patmono, Nyai Ngatmini, Kiai Setu dan Nyai Suti.

"Oleh Sinuwun Pakubuwono II, kebo bule kiai Slamet itu dipelihara, sehingga tumbuh keturunannya hingga sekarang," ungkapnya.

Dalam pemeliharaannya, dibutuhkan kubangan air. Sebab kerbau beda dengan sapi. "Harus dibuatkan kubangan untuk berendam, sebab kerbau tidak tahan dengan panas," Tambahnya.

article

Sementara itu Heri Sulistyo sebagai Petindih Sriti Maeso Kraton Surakarta Hadininggrat membenarkan adanya dua pasang kebo bule yang diserahkan ke Ponorogo.

"Maeso (Kerbau) bule di Surakarta ini total ada 18 Maeso terdiri dari 8 jantan dan 10 betina. Dan 4 pasang kebo bule sudah diserahkan ke Kabupaten Ponorogo," ujar Heri Sulistyo yang menjadi petindih Srati Maeso di kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 2012 setelah sebelumnya menjadi Abdi dalem sejak 2007. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Evita Mukharomah
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.