TIMES JATIM, MALANG – Memasuki usia dua tahun, PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) mencatatkan performa bisnis yang melampaui ekspektasi. Badan usaha di bawah naungan Universitas Brawijaya (UB) ini menunjukkan pertumbuhan agresif sekaligus menegaskan perannya sebagai penopang utama kemandirian finansial kampus.
Capaian tersebut disampaikan Direktur Utama PT BMU, Dr. Edi Purwanto, STP, MM, dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-2 PT BMU yang digelar di Gedung Samantha Krida, Jumat (9/1/2026). Di usia yang tergolong muda, BMU dinilai mampu menjaga tren pertumbuhan konsisten dari tahun ke tahun.
PT BMU resmi berdiri pada 9 Januari 2024 dengan fokus awal pada konsolidasi dan penguatan fondasi bisnis. Sepanjang tahun pertama operasional, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 25–30 persen dengan peningkatan laba mencapai 20 persen. Total pendapatan pada 2024 tercatat sebesar Rp42,5 miliar.
Tak hanya mencetak pendapatan, BMU juga berhasil melakukan efisiensi pengeluaran hingga hampir Rp5 miliar. Kontribusi kepada Universitas Brawijaya mencapai hampir Rp6 miliar, terdiri atas laba bersih audited Rp2,2 miliar, sewa gedung Rp1,56 miliar, pembayaran listrik Rp645 juta, serta kontribusi non-tunai berupa fasilitas UBSC senilai Rp1 miliar. Atas kinerja tersebut, PT BMU meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagai bukti tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Direktur Utama PT BMU Dr. Edi Purwanto S.TP., M.M. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia).
Memasuki tahun kedua, BMU bergerak lebih agresif. Pada 2025, pendapatan perusahaan tumbuh sekitar 33,8 persen, sementara profit melonjak hingga 41,2 persen dengan proyeksi kenaikan laba mencapai 30 persen.
“Total kontribusi kepada kampus dan negara pada tahun kedua ini menembus Rp20 miliar. Aset usaha juga melonjak signifikan hingga 138 persen,” ujar Edi.
Secara akumulatif selama dua tahun, kinerja keuangan BMU menunjukkan Return on Equity (ROE) sebesar 30,74 persen dan Return on Assets (ROA) mencapai 42,59 persen.
Dari sisi nonfinansial, BMU meraih Anugerah TIMES Indonesia 2025 kategori The Innovation Hub Award untuk Excellent University-Owned Company with Progressive Growth. Perusahaan juga menyerap 200 lulusan baru melalui program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan. Atas kepemimpinannya, Edi Purwanto dipercaya menjabat Ketua Umum Forum BUM PTN-BH se-Indonesia.
Dalam aspek tata kelola, BMU mengantongi tiga sertifikasi ISO, memperoleh pengesahan 39 KBLI, serta mengelola portofolio bisnis strategis, termasuk Trans Mall Brawijaya hasil kolaborasi dengan Mitra Group Trans Corp. Unit usaha pun berkembang dari tujuh menjadi 14, ditambah satu anak perusahaan baru, Brawijaya Core Indonesia.
Deretan capaian tersebut menegaskan posisi PT BMU sebagai motor penggerak bisnis Universitas Brawijaya dan salah satu BUM PTN-BH dengan pertumbuhan paling progresif di Indonesia. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |